Definisi Self-Regulated Learning

 


Menurut Zimmerman (1989), self-regulated learning adalah suatu
konsep mengenai bagaimana individu menjadi regulator atau pengatur bagi
dirinya sendiri dalam belajar. Self-regulated learning merupakan sebuah
proses dimana individu mengaktifkan metakognisi, perilaku dan perasaanya
secara sistematis dan mampu berorientasi mencapai tujuan.
Menurut Zimmerman dan Schunk (1989), self-regulated learning
dapat berlangsung apabila individu secara sitematis mengarahkan perilaku
dan kognisinya dengan cara mempertanggung jawabkan tugas-tugas,
menginterpretasi pengetahuan, mengulang-ulang informasi untuk
meningkatkan serta mengembangkan kemampuan belajar dan
mengantisipasi hasil belajarnya. Selain itu Schunk dan Zimmerman (1989),
menegaskan bahwa individu yang memiliki self-regulated learning adalah
secara metakogisi, motivasional, dan behavioral ikut aktif dalam proses
belajar.
Self-regulated learning mengacu pada proses individu dalam
menggerakkan dan meningkatkan sistem sistematis kognisi, perilaku, dan
afeksinya untuk mencapai goal (Zimmerman, 1989). Self-regulation
meliputi aktivitas seperti memusatkan perhatian pada pelajaran, mengatur, 
menandai dan menghafal informasi yang diperoleh untuk diingat seperti
menciptakan lingkungan belajar yang produktif dan menggunakan sumber
informasi dengan efektif; tetap yakin pada kemampuan seseorang, nilai
belajar, faktor-faktor yang mempengaruhi belajar dan perkiraan basil yang
dapat dicapai, dan merasakan penghargaan dan kepuasan dari usaha yang
telah dilakukannya.
Zimmerman (Montalvo dan Torres, 2004), telah memberikan
gambaran perbedaan karakteristik antara seorang individu yang menerapkan
dan tidak menerapkan self-regulation dalam proses belajarnya akan
diuraikan sebagai berikut :
a. Mengetahui cara menggunakan serangkaian strategi kognitif yang
membantu dalam mentransformasi, mengorganisasi, mengelaborasi,
dan menemukan kembali informasi.
b. Mengetahui bagaimana merencanakan, mengontrol, dan mengatur
proses mental menjadi prestasi dari tujuan individu (metakognisi).
c. Mampu menentukan keyakinan motivasi dan emosi yang tepat.
d. Merencanakan waktu dan usaha yang akan digunakan untuk mencapai
tujuan.
e. Melakukan peningkatan yang menunjukkan usaha terbaik dalam proses
belajar.
f. Mampu menjalani kondisi yang menuntut serangkaian strategi, yang
bertujuan mempertahankan konsentrasi, usaha, dan motivasi selama
melakukan tugas akademis

Comments

Popular Posts