Dimensi College Adjustment

 


Berdasarkan Baker & Siryk (1984), college adjustment terbagi menjadi empat
dimensi, yaitu:
1. Academic Adjustment
Academic Adjustment atau penyesuaian diri akademik adalah kemampuan
mahasiswa untuk mengelola dan mengatasi berbagai tuntutan akademik di 
perguruan tinggi. Al-khatib, Awamleh, & Samawi (2012) mendefinisikan academic
adjustment sebagai kemampuan mahasiswa untuk mencapai penyesuaian diri
dengan kehidupan universitas dan mencapai kepuasan atas kinerjanya, rekan,
dosen, dan lingkungan secara keseluruhan. Hasil penelitian terdahulu secara
konsisten telah menemukan bahwa aspek ini memiliki peran yang sangat penting
dalam memprediksi daya juang dan prestasi akademik mahasiswa pada tahuntahun berikutnya (Rahmadani & Rahmawati, 2020).
2. Social Adjustment
Social Adjustment atau penyesuaian diri sosial yaitu aspek yang berkaitan
dengan kemampuan dalam mengelola dan mengatasi berbagai tuntutan sosialinterpersonal di perguruan tinggi, atau sejauh mana penyesuaian antara
mahasiswa dengan lingkungan sekitarnya (Baker & Siryk, 1984). Aspek ini menjadi
penting karena mahasiswa tahun pertama dihadapkan pada tantangan
interpersonal yang mencakup kebutuhan dalam membangun hubungan baru
dengan orang lain di lingkungan perguruan tinggi (Rahmadani & Rahmawati,
2020).
3. Personal-emotional adjustment
Personal-emotional adjustment atau penyesuaian diri personal-emosional
adalah respon fisik dan psikologis mahasiswa terhadap berbagai tuntutan di
perguruan tinggi. Aspek ini merujuk pada kesejahteraan psikologis (psychological
well being) dan juga kesehatan fisik dari mahasiswa (Baker & Siryk, 1984).
Mahasiswa yang memiliki personal-emotional adjustment yang baik akan dapat
mengontrol emosi dengan baik, memiliki persepsi positif terhadap tuntutan di
perguruan tinggi, serta kesehatan fisik yang baik (Rahmadani & Rahmawati,
2020). 
4. Institutional Attachment
Institutional attachment atau kelekatan institusi adalah perasaan mahasiswa
mengenai keberadaan mereka di institusi pendidikan (perguruan tinggi) (Baker &
Siryk, 1984). Hal ini berkaitan dengan sejauh mana keterikatan serta kualitas
hubungan atau ikatan yang terbentuk antara mahasiswa dengan perguruan tinggi.
Ketika mahasiswa memiliki aspek ini dengan baik maka akan memiliki
kecenderungan untuk merasa puas terhadap pilihan jurusan yang diambil,
lingkungan perguruan tinggi, serta keberadaannya secara umum di perguruan
tinggi (Rahmadani & Rahmawati, 2020).

Comments

Popular Posts