Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Self-Regulated Learning
Menurut pandangan atau teori sosial kognitif, self-regulated learning ditentukan oleh tiga
hal, yaitu person, perilaku dan lingkungan, Thoresen dan Mahoney (dalam Zimmermen, 1989)
ketiga faktor dapat digambarkan dalam diagram berikut ini:
a. Faktor pribadi
Proses-proses meta kognitif berperan dalam pengambilan keputusan dan performa yang
akan dihasilkan. Proses meta kognitif melibatkan perencanaan dan analisis tugas sehingga
mahasiswa dapat mengarahkan usahanya dalam aktivitas belajar sehingga berpengaruh
juga terhadap hasil timbal balik dari usahanya tersebut. Proses atau keputusan meta
kognitif ini bergantung pada tujuan jangka panjang mahasiswa. Tujuan mahasiswa dibuat
berdasarkan kedekatan waktunya. Semakin tinggi dan kompleks tujuan yang ingin diraih,
semakin besar juga kemungkinan untuk melakukan self -regulated learning
b. Faktor perilaku
Tiga tahap perilaku yang berkaitan dengan self-regulated learning yaitu self observation,
self reaction. Apabila dikaitkan dengan self-regulated learning dapat dibedakan menjadi
tiga yaitu:
1. self observation
Merupakan tahap dimana individu mengamati dirinya dan perilaku yang dilakukan
terkait dengan kemajuan yang telah dibuat dalam aktivitas akademik nya.
2. Self judgment
Merupakan tahap dimana individu membandingkan hasil atau kinerja belajar dengan
suatu standard atau tujuan yang telah ditetapkan oleh individu. Self judgment berfungsi
untuk mengevaluasi kinerja yang telah dicapai sehingga dapat diketahui seberapa baik
kinerjanya dan dapat diketahui kelemahan dan kinerjanya.
3. Self reaction
Melalui tahap ini individu menyesuaikan diri dengan rencana belajar untuk mencapai
tujuan atau standard yang telah dibuat.
c. Faktor Lingkungan
Lingkungan dapat mendukung atau menghambat individu dalam aktivitas belajar.
Individu yang menerapkan self regulation biasanya menggunakan strategi untuk
menyusun lingkungan, mencari bantun sosial dan mencari informasi.
Comments
Post a Comment