Faktor-faktor yang Mempengaruhi Regulasi Diri

 


Terdapat dua faktor yang mempengaruhi regulasi diri yaitu faktor eksternal dan faktor
internal. Bandura (dalam Alwisol, 2004) mengatakan bahwa tingkah laku manusia dalam
regulasi diri adalah hasil pengaruh resiprokal faktor eksternal dan internal. Faktor eksternal
dan faktor internal akan dijelaskan sebagai berikut.
a. Faktor Eksternal
Faktor eksternal mempengaruhi regulasi diri dengan dua cara:
1) Standar
Faktor eksternal memberikan standar untuk mengevaluasi tingkah laku kita
sendiri. Standar itu tidaklah semata-mata berasal dari daya-daya internal saja
namun juga berasal dari faktor-faktor lingkungan, yang berinteraksi dengan faktor
pribadi juga turut membentuk standar 
pengevaluasian individu tersebut. Anak belajar melalui orang tua dan gurunya
baik-buruk, tingkah laku yang dikehendaki dan yang tidak dikehendaki. Melalui
pengalaman berinteraksi dengan lingkungan yang lebih luas, anak kemudian
mengembangkan standar yang dapat ia gunakan dalam menilai prestasi diri.
2) Penguatan (reinforcement)
Faktor eksternal mempengaruhi regulasi diri dalam bentuk penguatan
(reinforcement). Hadiah intrinsik tidak selalu memberikan kepuasan, manusia
membutuhkan intensif yang berasal dari lingkungan eksternal. Standar tingkah laku
biasanya bekerja sama, ketika orang dapat mencapai standar tingkah laku tertentu,
perlu penguatan agar tingkah laku semacam itu menjadi pilihan untuk dilakukan lagi.
b. Faktor Internal
Faktor eksternal berinteraksi dengan faktor internal dalam regulasi diri sendiri. Bandura
(dalam Alwisol, 2004) mengemukakan tiga bentuk pengaruh internal:
1) Observasi diri (self observation): Dilakukan berdasarkan faktor kualitas
penampilan, kuantitas penampilan, orisinalitas tingkah laku diri, dan seterusnya.
Observasi diri terhadap performa yang sudah dilakukan. Manusia sanggup memonitor
penampilannya meskipun tidak lengkap atau akurat. Kita memilih dengan selektif
sejumlah aspek perilaku dan mengabaikan aspek lainnya yang dipertahankan
biasanya sesuai dengan konsep diri. 
2) Proses penilaian (judgmental process): Proses penilaian bergantung pada empat hal:
standar pribadi, performa-performa acuan, nilai aktivitas, dan penyempurnaan
performa. Standar pribadi bersumber dari pengamatan model yaitu orang tua atau
guru, dan menginterpretasi balikan/penguatan dari performasi diri. Setiap performasi
yang mendapatkan penguatan akan mengalami proses kognitif, menyusun ukuranukuran/norma yang sifatnya sangat pribadi, karena ukuran itu tidak selaku sinkron
dengan kenyataan. Standar pribadi adalah proses evaluasi yang terbatas. Sebagian
besar aktivitas harus dinilai dengan membandingkan dengan ukuran eksternal, bisa
berupa norma standar perbandingan sosial, perbandingan dengan orang lain, atau
perbandingan kolektif. Dari kebanyakkan aktivitas, kita mengevaluasi performa
dengan membandingkannya kepada standar acuan. Di samping standar pribadi dan
standar acuan, proses penilaian juga bergantung pada keseluruhan nilai yang kita
dapatkan dalam sebuah aktivitas. Akhirnya, regulasi diri juga bergantung pada cara
kita mencari penyebab-penyebab tingkah laku demi menyempurnakan performa.
3) Reaksi diri (self response): Manusia merespon positif atau negatif perilaku mereka
tergantung kepada bagaimana perilaku ini diukur dan apa standar pribadinya.
Bandura meyakini bahwa manusia menggunakan strategi reaktif dan proaktif untuk
mengatur dirinya. Maksudnya, manusia berupaya secara reaktif untuk mereduksi
pertentangan antara pencapaian dan tujuan, dan setelah berhasil menghilangkannya,
mereka secara proaktif menetapkan tujuan baru yang lebih tinggi. Kemampuan
mengatur 
diri ini merupakan bagian atau salah satu faktor dari kecerdasan emosi. Artinya
individu yang memiliki kecerdasan emosi adalah indvidu yang mampu mengatur
dirinya atas berbagai situasi dan kondisi sehingga dapat menjalani hidup dengan baik
meskipun banyak tantangan yang harus dihadapi.

Comments

Popular Posts