Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Regulasi Diri

 


Bandura (dalam Alwisol, 2009) mengatakan bahwa, tingkah laku manusia
dalam regulasi diri adalah hasil pengaruh resiprokal faktior internal dan faktor
eksternal. Faktor internal dan faktor eksternal tersebut adalah:
a. Faktor Eksternal
Faktor eksternal dalam regulasi diri meliputi dua cara, yaitu:
1. Standar
Faktor eksternal memberikan standar untuk mengevaluasi tingkah
laku kita sendiri. Standar tersebut tidak selalu berasa dari dalam diri kita
sendiri, namun juga berasal dari lingkungan yang berinteraksi dengan
faktor pribadi juga turut membentuk standar pengevaluasian individu
tersebut. 
2. Penguatan (reinforcement)
Faktor eksternal yang dapat mempengaruhi regulasi diri juga
dapat berbentuk penguatan. Hadiah intrinsik tidak selalu memberikan
kepuasan, individu juga membutuhkan intensif yang berasal dari
lingkungan eksternal. Standar tingkah aku juga penting, ketika individu
dapat mencapai standar tingkah laku tertentu, perlu penguatan agar
tingkah laku tersebut dapat diulangi lagi oleh individu.
b. Faktor Internal
Bandura mengemukakan tiga bentuk faktor internal:
1. Observasi diri (self observation)
Dilakukan berdasarkan faktor kualitas penampilan, kuantitas
penampilan, orisinilitas tingkah laku diri, dll. Individu harus mampu
memonitor performansinya, walaupun tidak sempurna karena individu
cenderung memilih beberapa aspek dari tingkahlakunya dan
mengabaikan tingkahlaku lainnya. Apa yang diobservasi individu
tergantung pada minat dan konsep dirinya.
2. Proses penilaian atau mengadili tingkah laku (judgemental process)
Melihat kesesuaian tingkahlaku dengan standar pribadi,
membandingkan tingkah laku dengan norma standar atau dengan tingkah
laku orang lain, menilai berdasarkan pentingnya suatu aktivitas, dan
memberi atribusi performansi.
Standar pribadi bersumber dari pegalaman mengamati model
misalnya orang tua atau guru, dan menginterpretasi balikan/penguatan dari 
performansi diri. Berdasarkan sumber model dan performansi yang
mendapat penguatan, proses kognitif menyusun ukuran-ukuran atau norma
yang sifatnya sangt pribadi, karena ukuran itu jumlahnya terbatas.
Sebagian besar aktivitas harus dinilai dengan membandingannya dengan
ukuran eksternal, bisa berupa norma standar perbandingan sosial,
perbandingan dengan orang lain, atau perbandingan kolektif.
2. Reaksi diri (self response)
Akhirnya, berdasarkan pengamatan dan penilaian, individu
mengevaluasi diri sendiri positif atau negatif, dan kemudian menghadiahi
atau menghukum diri sendiri. Bisa terjadi tidak muncul reaksi afektif,
karena fungsi kognitif membuat keseimbangan yang mempengaruhi
evaluasi positif atau negatif menjadi kurang bermakna secara individual.

Comments

Popular Posts