Faktor Penyebab Ego Depletion
Meskipun proses regulasi diri adalah proses internal, tetapi dalam
kenyataannya sangat dipengaruhi oleh faktor lingkungan. Secara Internal, Gailliot
dan Baumeister (2007) menyatakan bahwa kelelahan ego terjadi karena ego pada
individu melakukan banyak aktivitas sadar (melibatkan fungsi kontrol diri) yang
melibatkan glukosa dalam darah sebagai “bahan bakarnya”. Saat kadar glukosa
menurun, maka individu sulit berkonsentrasi mengingat glukosa yang diperlukan
oleh sel-sel dalam otak tidak lagi berada dalam kapasitas yang mencukupi.
Disamping itu, hasil penelitian yang dilakukan oleh Baumeister, dkk (2006)
menunjukkan bahwa perilaku individu saat mengalami ego depletion terkait erat
dengan faktor personality trait pada diri individu. Individu dengan kecenderungan
mempunyai banyak keinginan akan membutuhkan lebih banyak pelepasan, karena
sumber yang membuatnya lelah lebih banyak daripada individu yang cenderung
mudah mengontrol keinginan-keinginannya.
Secara umum, dalam kondisi ego depletion, baik individu yang
mempunyai banyak keinginan maupun yang tidak, akan menjadi lebih pasif
daripada jika tidak mengalami ego depletion. Akan tetapi, individu yang tidak
mempunyai banyak keinginan ternyata dapat tetap berinteraksi relatif stabil
dengan dengan individu lain dibandingkan dengan individu yang cenderung
mempunyai banyak keinginan. Secara eksternal, faktor lingkungan dapat
memberikan sumber energi yang cukup besar dalam proses regulasi individu,
sekaligus juga menyumbang terjadinya ego depletion. Melalui interaksi dengan
individu lain dalam lingkungan, seorang individu dapat semakin memperkaya
pemahaman dirinya karena memperoleh umpan balik (Baumeister, 1998). Namun
jika lingkungan tidak kondusif, maka keterbatasan energi psikis tidak dapat
dioptimalkan oleh individu dan justru memicu terjadinya kelelahan ego.
Selain itu, Baumeister mengatakan bahwa ada faktor lain yang dapat
mempengaruhi terjadinya ego depletion. Terdapat empat faktor yang
mempengaruhi terjadinya ego depletion, yaitu:
1. Kontrol diri, maksud dari faktor kontrol diri adalah jika pengendalian diri
berperan seperti energi atau kekuatan, maka aktivitas yang membutuhkan
pengendalian diri akan mengkonsumsi beberapa kuantitas sumber daya ini,
sehingga orang akan menghadapi tugas selanjutnya dengan kapasitas yang
telah berkurang dalam pengendalian diri (Baumeister 2002). Ketika
menghadapi aktivitas selanjutnya dengan kapasitas yang telah berkurang
karena telah menghadapi atau menjalankan aktivitas sebelumnya, maka
individu akan mengalami ego depletion.
2. Membuat keputusan, dalam penelitian Vohs dan Faber (2007) mengatakan
bahwa ego depletion dapat dipengaruhi oleh kontrol diri dan membuat
keputusan.
3. Regulasi diri, regulasi diri dapat menyebabkan ego depletion karena ketika
melakukan kegiatan yang membutuhkan regulasi diri yang besar, seperti
menahan ekspresi emosi baik itu emosi positif ataupun negatif dengan
berlebihan, maka energi akan menurun, dan hal ini akan menyebabkan ego
depletion (Baumeister dkk 1998).
4. Pilihan (Choice), pilihan juga termasuk faktor penyebab terjadinya ego
depletion. Hal ini berdasarkan penelitian oleh Baumeister, dkk (1998) yang
menyatakan bahwa individu ketika melakukan pilihan tinggi terhadap pilihan
yang menyebabkan disonan, maka individu tersebut akan mengalami ego
depletion
Comments
Post a Comment