Faktor–faktor yang mempengaruhi Penyesuaian Diri
Menurut Scheineder dalam Ali dan Asrori (2015), Faktor-faktor
penyesuaian diri terdapat ada lima faktor yang mempengaruhi penyesuaian diri:
A. Kondisi fisik
Faktor yang seringkali berpengaruh dalam proses penyesuaian diri adalah:
1. Hereditas dan konsitusi fisik ini berpengaruh dalam pengaruhnya
penyesuaian diri, prinsip umum bahwa semakin dekat kapasitas pribadi,
sifat dan kecendrungan berkaitan degan konsitusi fisik yang diturunkan
secara genetis.
2. Sistem utama dalam tubuh, berpangruh terhadap penyesuaian diri yaitu
sistem syaraf, kelenjar dan otot. Sistem syaraf berkembang dengan
normal dan sehat merupakan syarat mutlak bagi fungsi-fungsi psikologi.
3. Kesehatan fisik, sesorang lebih mudah melakukan penyesuaian diri jika
kondisi fisik sehat dibandingkan dengan kondisi tidak sehat, kondisi
sehat dapat menimbulkan penerimaan diri, percaya diri, dan lain lain
yang akan menguntungkan bagi proses penyesuaian diri.
B. Kepribadian
Faktor yang berpengaruh dalam penyesuaian diri yaitu :
1. Kemauan dan kemampuan untuk berubah (Modifability). Penyesuaian
diri membutuhkan kecendrungan untuk berubah dalam bentuk
kemauan.
2. Pengaturan diri (self regulation) pengaturan diri sama pentingnya
dengan proses penyesuaian diri dan pemeliharaan stabilitas mental,
kemampuan untuk mengatur diri dan mengarahkan diri. Kemampuan
mengatur diri dapat mencegah individu dari keadaan penyimpangan
kepribadian. Kemampuan pengaturan diri dapat mengarahkan
kepribadian normal mencapai pengendalian diri dan realisasi diri.
3. Realisasi diri, kemampuan pengaturan diri yang mengimpikasi potensi
kemampuan ke arah realisasi diri, proses penyesuaian diri dan
pencapaian hasilnya secara bertahap dan berkaitan dengan
perkembangan kepribadian.
4. Intelegensi, merupakan pengaturan diri sesungguhnya muncul
tergantung pada kualitas dasar lainnya yang penting perannya dalam
penyesuaian diri yaitu kualitas, misalnya kualitas pemikiran sesorang
dapat memungkinkan orang tersebut melakukan pemilihan dan
pengambilan keputusan.
C. Edukasi atau Pendidikan
Faktor yang penting mempengarhui penyesuaian diri, yaitu:
1. Belajar, kemampuan faktor yang penting dalam penyesuaian diri karena
pada umumnya respons-respons dan sifat kepribadian yang melalui
proses belajar.
2. Pengalaman, ada dua jenis pengalaman yang memiliki signifikan
terhadap proses penyesuaian diri pengalaman menyehatkan,
pengalaman trauma pengalaman yang menyehatkan adalah peristiwaperistiwa yang dialami mengasyikkan, bahkan dirasa ingin mengulang
kembali, pengalaman trauma seuatu yang dirasakan tidak enak,
pengalaman menyehatkan berpengaruh untuk menyesuaiankan diri
dengan orang lain, sedangkan pengalam trauma membuat individu takut
untuk menyesuaiakan diri dengan keadaan dan ligkungan.
3. Determinasi diri, berkaitan dengan penyesuaian diri suatu proses yang
kompleks memerlukan latihan yang sungguh-sungguh yang dapat
digunkan untuk kebaikkan atau keburukkan mencapai penyesuaian diri.
D. Lingkungan
Lingkungan memberi andil yang begitu besar terhadap perkembangan
mental dan spiritual individualisme untuk dapat hidup berkelompok, adapun
beberapa contoh lingkungan, yaitu:
1. Lingkungan keluarga, lingkungan utama yang sangat penting atau bahkan
yang tidak lebih penting dalam kaitannya dengan penyesuaian diri
individu. Peran sosial dalam keluarga dan gangguan dalam keluarga akan
berpengaruh terhdap penyesuaian diri individu bagi anggotanya.
2. Lingkungan sekolah, lingkungan sekolah juga dapat menjadi kondisi
yang memungkinkan berkembangnya atau terhambatnya proses
penyesuaian diri.
3. Lingkungan masyarakat, karena lingkungan keluarga dan sekolah
merupakan lingkungan masyarakat maka lingkungan masyarakat ini
merupakan faktor yang berpengaruh dalam berkembangnya penyesuaian
diri. Kekonsitenan dan nilai-nilai instrisik dan kemuliaan manusia yang
diciptakan oleh Tuhan berpengaruh dalam proses penyesuaian diri.
E. Agama dan Budaya
Agama berkaitan dengan faktor budaya, agama memberikan sumbangan
nilai-nilai keyakinan, praktik yang memberi makna mendalam, dengan tujuan
serta kestabilan keseimbangan hidup individu, berikut fungsi-fungsi agama:
1. Agama mengajarkan secara konsisten dan terus menerus kontinu
mengingatkan manusia tentang nilai nilai instriktik dan kemuliaan
manusia yang diciptakan oleh Tuhan.
2. Agama menanamkan kebajikan-kebajikan sosial pada masyarakat untuk
bersikap jujur, adil, berkasih sayang terhadap sesama, dan kedisiplinan.
3. Agama meningkatkan kesolidaritasan sosial dikalangan masyarakat
untuk saling membantu dan bergotong royong terhadap masalah
lingkungan.
4. Agama meningkatkan kedamaian mental terhadap individu karena
mengatur tata cara mengatasi masalah dalam kehidupan baik secara
individu maupun secara berkelompok.
5. Agama mengatur secara rinci terhadap batasan-batasan dan normanorma yang dapat diterapkan dalam lingkungan keluarga dan
bermasyarakat.
Comments
Post a Comment