Fase-Fase Self Regulated Learning
Menurut Pintrich (2000: 453) proses-proses regulatory dikelompokan ke
dalam empat fase, yaitu perencanaan, monitoring diri, control, dan evaluasi
dimana dalam setiap fase aktifitas self regulation tersusun ke dalam empat area,
yaitu kognitif, motivasional/afektif, behavioral, dan kontekstual.
Fase pertama, proses self regulating dimulai dengan perencanaan, dimana
aktfitas-aktifitas penting didalamnya seperti serangkain tujuan yang diinginkan
atau tujuan khusus yang diminta setelah tugas (penetapan tujuan yang
ditargetkan). Bidang kognitif ini adalah aktivitasi/penggerakan atau pengetahuan
sebelumnya tentang bahan dan pengetahuan metakognisi (pengakuan kesulitankesuliatan yang tercakup dalam tugas-tugas yang berbeda, identifikasi
pengetahuan dan keterampilan, pengetahuan tentang sumber-sumber dan strategi
belajar. Bidang motivasional/afeksi adalah penggerakan kepercayaan motivasi
(self-efficacy, tujuan, nilai yang diberikan pada tugas, minat pribadi) dan emosi-
emosi. Bidang perilaku (behavioral) adalah perencanaan waktu dan usaha untuk
tugas-tugas. Sedang bidang kontekstualnya adalah penggerakan persepsi
berkenaan dengan tugas dan konteks kelas.
Fase kedua adalah monitoring diri, suatu fase yang membantu siswa
menjadi sadar atas keadaan kognisi, motivasi, penggunaan waktu dan usaha,
betapa pun kondisi dan konteks itu. Aktifitas-aktifitas ini jelas ketika siswa sadar
bahwa mereka membaca terlalu cepat untuk jenis teks yang rumit atau pada
serangkaian tujuan-tujuan yang mereka miliki (seperti, memahami ide-ide utama),
atau ketika mereka secara aktif mengamati pemahaman bacaan mereka sendiri,
menanyakan pertanyaan-pertanyaan mereka sendiri untuk melihat apakah mereka
telah paham.
Fase ketiga adalah aktifitas kontrol, meliputi pemilihan dan penggunaan
strategi pengendalian pikiran (penggunaan strategi kognitif dan metakognitif),
motivasi dan emosi (strategi motivasional dan strategi kontrol emosi, yang praktis
berhubungan dengan pengaturan waktu dan usaha, dan kontrol terhadap
bermacam-macam tugas akademik, dan kontrol terhadap suasana dan struktur
kelas.
Fase keempat adalah refleksi atau evaluasi, yang meliputi pertimbangan atau
putusan, evaluasi yang berkenaan dengan pelaksanaan tugasnya,
membandingkannya dengan kriteria yang ditetapkan (oleh diri pebelajar sendiri
atau guru) sebelumnya, atribusi/sifat yang dibuat berkenaan dengan penyebab
keberhasilan atau kegagalan, reaksi afektif yang dialami atas hasil, sebagai
konsekuensi atas atribusi yang dibuat, dan pilihan perilaku yang bisa diikuti dalam
masa yang akan datang.
Comments
Post a Comment