Indikator Ego Depletion

 


Ego depletion terjadi karena kegagalan individu melakukan regulasi diri
sehingga fungsi kontrol diri individu pun menurun. Menurut Baumeister (1998)
regulasi diri merupakan salah satu fungsi eksekutif pada diri individu yang
mencakup proses mental yang melibatkan aspek intensi dan proses berpikir secara
sadar dalam rangka bertanggung jawab atas apa yang telah dilakukan oleh
individu, dengan kata lain fungsi eksekutif terkait erat dengan fungsi kontrol
terhadap diri sendiri dan lingkungan. Secara eksplisit, indikator dari ego depletion
adalah melemahnya fungsi eksekutif pada tiga komponen terkait dengan regulasi
diri berikut ini, yaitu:
a. Tidak dapat memenuhi komitmen untuk menyesuaikan diri dengan aturan
b. Tidak dapat memonitor perilakunya sendiri secara sadar
c. Tidak tahu apa yang hendak dirubah dari perilakunya agar sesuai dengan
aturan atau standar.
Baumeister (2002) menjelaskan ciri-ciri individu yang mengalami ego
depletion adalah menjadi lebih pasif, sulit berpikir dan bertindak secara efektif.
Ditambahkan oleh Garlick (2002) bahwa pada kondisi ego depletion, individu
sulit menilai kejadian secara objektif sehingga tidak dapat melakukan analisa
secara terintegrasi. Schmeichel, dkk (2006) menyatakan bahwa kondisi ego
depletion juga ditunjukkan dengan perilaku individu yang “masa bodoh” atau
tidak peduli terhadap serangkaian tugas yang seharusnya segera diselesaikan. 
Adapun manifestasi kondisi ego depletion secara ekstrim dijelaskan oleh
Baumeister, dkk (1993) yang ditunjukkan dengan kesulitan individu mengontrol
perilakunya secara normatif. Dengan kata lain, mempermudah munculnya
perilaku menyimpang seperti ketergantungan obat; kecanduan alkohol; kehamilan
yang tidak diinginkan; AIDS dan beberapa penyakit menular seksual; korupsi;
pemborosan; kekerasan; dan serangkaian tindakan kiminal. Disamping itu ego
depletion juga tampak dalam perilaku yang suka menunda pekerjaan (Baumeister
& Heatherton, 1996). Engels, dkk (2000) menambahkan bahwa individu yang
mengalami ego depletion cenderung sulit mengendalikan diri untuk tidak terlibat
dalam perkelahian serta menunjukkan ketidakmampuan membina hubungan yang
baik dengan lingkungannya. 

Comments

Popular Posts