Indikator-Indikator Kepuasan Kerja
Menurut (Cekmecelioglu et al., 2012: 367) kepuasan kerja memiliki lima indikator, yaitu meliputi: a. Pengawas (Supervisor) Atasan atau supervisor dalam melakukan pengawasan akan mempengaruhi rasa puas atau tidaknya karyawan dalam bekerja. Atasan yang baik berarti akan menghargai pekerjaan bawahannya, sehingga karyawan lebih termotivasi dalam bekerja. Atasan juga memberikan dukungan, pujian, dan mau mendengarkan pendapat karyawan. Namun, pengawasan yang terlalu berlebihan dapat membuat karyawan tidak nyaman dan merasa serba salah dalam melakukan pekerjaan. b. Pekerjaan (Job) 36 Kesesuaian antara karyawan dengan pekerjaan akan menimbulkan kepuasan dalam bekerja. Jenis pekerjaan yang sesuai dengan keinginan dan kepribadian seorang karyawan akan menumbuhkan rasa nyaman dan senang untuk melakukan pekerjaan tersebut. Karyawan akan bersemangat dalam bekerja dan berpengaruh pada hasil kerja yang maksimal, sehingga akan terciptanya kepuasan kerja. c. Rekan kerja (Coworkers) Rekan kerja yang kooperatif merupakan sumber kepuasan kerja pada karyawan secara individu. Sangat penting memiliki rekan kerja yang saling mendukung, menasehati, dan memberikan bantuan satu sama lain dalam bekerja. Hal tersebut efektif membuat pekerjaan menjadi lebih menyenangkan, sehingga mendorong adanya perasaan kepuasan kerja. d. Gaji (Pay) Gaji menjadi tolak ukur yang paling relevan untuk karyawan dikatakan puas atau tidak dalam bekerja. Kebijakan kompensasi yang adil akan meningkatkan kepuasan karyawan yang mencakup besarnya gaji yang diperoleh dan berbagai macam tunjangan. Kesesuaian antara gaji dengan pekerjaan juga akan mempengaruhi kepuasan kerja. e. Kebijakan organisasi (Organizational policies) Salah satu kebijakan organisasi yang mempengaruhi kepuasan kerja adalah pelaksanaan promosi. Karyawan dalam perkembangan karirnya tentu sangat antusias untuk mendapatkan peluang promosi.
Comments
Post a Comment