Indikator-Indikator Kesejahteraan

 Subjektif Menurut Diener et al. (2009: 143) kesejahteraan subjektif memiliki enam indikator, yaitu: a. Hubungan kerja (Relationships) Hubungan kerja antara sesama karyawan maupun atasan akan mempengaruhi kesejahteraan karyawan. Rekan kerja yang mendukung, ramah, dan saling 33 menghargai akan membuat pekerjaan menyenangkan. Selain itu, atasan yang menghargai pekerjaan bawahannya dan mau mendengarkan pendapat bawahan juga mempengaruhi pekerjaan yang menyenangkan atau tidak. Hal ini dapat menumbuhkan perasaan kesejahteraan pada karyawan. b. Harga diri (Self-esteem) Harga diri diartikan sebagai penilaian individu bahwa dirinya mampu menghadapi tantangan hidup dan merasakan kebahagiaan. Jika harga dirinya tinggi, maka individu tersebut merasa berharga dan layak untuk terus berusaha. Sehingga akan membantu individu berkembang dan merasakan kesejahteraan subjektif. c. Tujuan hidup (Purpose of life) Tujuan hidup memiliki arti bahwa individu memahami tujuan hidupnya dengan jelas dan terarah, serta merasa yakin mampu mencapai suatu harapan yang diinginkan. Sehingga dengan begitu individu dapat merasakan makna hidup yang dijalaninya dan membuatnya lebih menghargai diri sendiri. d. Pengalaman dan perasaan positif (Positive experience and feelings) Perasaan positif dapat muncul jika individu mengalami suatu hal yang baik dalam hidupnya. Selain itu, berkaitan juga dengan pengalaman emosi dan perasaan hati yang menyenangkan seperti bahagia, optimis, sejahtera, dan puas. Perasaan positif dapat mempengaruhi individu dalam bekerja, seperti lebih menikmati pekerjaannya, memiliki hubungan yang baik dengan rekan kerja, dan komitmen pada pekerjaan. e. Pengalaman dan perasaan negatif (Negative experience and feelings) 34 Perasaan negatif dapat muncul apabila individu menganggap peristiwa yang terjadi sebagai suatu hal yang tidak menyenangkan. Oleh sebab itu, timbul emosi seperti kesedihan, kecemasan, kemarahan, takut, dan rasa bersalah. Perasaan negatif ini dapat mempengaruhi hasil pekerjaan menjadi kurang maksimal, semangat bekerja rendah, dan munculnya perasaan tertekan. 

Comments

Popular Posts