Karakteristik Regulasi diri

 


Proses regulasi diri dilakukan agar seseorang atau individu dapat mencapai tujuan
yang diharapkannya. Dalam mencapai suatu tujuan yang diharapkan seseorang perlu
mengetahui kemampuan fisik, kognitif, sosial, pengendalian 
emosi yang baik sehingga membawa seseorang kepada regulasi diri yang baik. Miller &
Brown (dalam Alfiana, 2013) memformulasikan regulasi diri sebanyak tujuh tahap yaitu:
a. Receiving atau menerima informasi yang relevan, yaitu langkah awal individu dalam
menerima informasi dari berbagai sumber. Dengan informasi-informasi tersebut,
individu dapat mengetahui karakter yang lebih khusus dari suatu masalah. Seperti
kemungkinan adanya hubungan dengan aspek lainnya.
b. Evaluating atau mengevaluasi. Setelah kita mendapatkan informasi, langkah berikutnya
adalah menyadari seberapa besar masalah tersebut. Dalam proses evaluasi diri, individu
menganalisis informasi dengan membandingkan suatu masalah yang terdeteksi di luar
diri (eksternal) dengan pendapat pribadi (internal) yang tercipta dari pengalaman yang
sebelumnya yang serupa. Pendapat itu didasari oleh harapan yang ideal yang diperoleh
dari pengembangan individu sepanjang hidupnya yang termasuk dalam proses
pembelajaran.
c. Triggering atau membuat suatu perubahan. Sebagai akibat dari suatu proses
perbandingan dari hasil evaluasi sebelumnya, timbul perasaan positif atau negatif.
Individu menghindari sikap-sikap atau pemikiran-pemikiran yang tidak sesuai dengan
informasi yang didapat dengan norma-norma yang ada. Semua reaksi yang ada pada
tahap ini yaitu disebut juga kecenderungan kearah perubahan.
d. Searching atau mencari solusi. Pada tahap sebelumnya proses evaluasi menyebabkan
reaksi-reaksi emosional dan sikap. Pada akhir proses evaluasi

Comments

Popular Posts