Klasifikasi Self Efficacy

 


Secara garis besar self efficacy terbagi menjadi dua bentuk, yaitu self
efficacy tinggi dan self efficacy rendah. Santrock (2009) menyatakan, siswa
dengan self efficacy rendah pada pembelajaran dapat menghindari banyak
tugas belajar, khususnya yang menantang. Siswa dengan self efficacy tinggi
akan menghadapi tugas belajar tersebut dengan keinginan besar. Siswa 
dengan self efficacy tinggi lebih tekun berusaha pada tugas belajar dibanding
siswa dengan self efficacy rendah.
Individu yang memiliki self efficacy yang tinggi akan lebih cenderung
mengerjakan suatu tugas tertentu, meskipun tugas-tugas tersebut sulit. Siswa
tidak memandang tugas tersebut sebagai hal yang perlu dihindari. Selain itu,
individu mengembangkan minat dan ketertarikan yang mendalam pada suatu
aktifitas dan berkomitmen mencapai tujuan yang diinginkan (Bandura, 1997).
Individu yang memiliki self efficacy tinggi menganggap kegagalan
sebagai akibat dari kurangnya usaha yang keras, pengetahuan dan
keterampilan. Mereka akan meningkatkan usaha mereka untuk mencegah
kegagalan yang mungkin timbul. Mereka yang gagal dalam melaksanakan
sesuatu, biasanya cepat mendapatkan kembali self efficacy mereka kembali
setelah kegagalan tersebut. Namun, individu yang memiliki self efficacy yang
rendah tidak berfikir tentang bagaimana cara yang baik dalam menghadapi
tugas-tugas yang sulit. Saat menghadapi tugas yang sulit mereka mengurangi
usaha mereka dan cepat menyerah. Mereka juga lamban dalam membenahi
dan mendapatkan self efficacy mereka ketika menghadapi kegagalan
(Bandura, 1997).

Comments

Popular Posts