Komponen Kecerdasan Emosional

 


Goleman (1999: 26) mengungkapkan lima dimensi dari kecerdasan
emosional yaitu: self awareness, self regulation, self motivation, social
awareness, dan social skills sebagai berikut: 
Lima komponen kecerdasan emosional tersebut adalah sebagai berikut:
1. Pengenalan Diri (Self Awareness)
Pengenalan diri adalah kemampuan seseorang untuk mengetahui perasaan
dalam dirinya dan digunakan untuk membuat keputusan bagi diri sendiri,
memiliki tolok ukur yang realistis atas kemampuan diri dan memiliki
kepercayaan diri yang kuat. Unsur-unsur kesadaran diri, yaitu:
a. Kesadaran emosi (emosional awareness), yaitu mengenali emosinya
sendiri dan efeknya.
b. Penilaian diri secara teliti (accurate self awareness), yaitu mengetahui
kekuatan dan batas-batas diri sendiri.
c. Percaya diri (self confidence), yaitu keyakinan tentang harga diri dan
kemampuan sendiri.
2. Pengendalian Diri (Self Regulation)
Pengendalian diri adalah kemampuan menangani emosi diri sehingga
berdampak positif pada pelaksanaan tugas, peka terhadap kata hati, sanggup
menunda kenikmatan sebelum tercapainya suatu sasaran, dan mampu segera
pulih dari tekanan emosi. Unsur-unsur pengendalian diri, yaitu:
a. Kendali diri (self-control), yaitu mengelola emosi dan desakan hati yang
merusak.
b. Sifat dapat dipercaya (trustworthiness), yaitu memelihara norma kejujuran
dan integritas.
c. Kehati-hatian (conscientiousness), yaitu bertanggung jawab atas kinerja
pribadi. 
d. Adaptabilitas (adaptability), yaitu keluwesan dalam menghadapi
perubahan.
e. Inovasi (innovation), yaitu mudah menerima dan terbuka terhadap
gagasan, pendekatan, dan informasi-informasi baru.
3. Motivasi (Motivation)
Motivasi adalah kemampuan menggunakan hasrat agar setiap saat dapat
membangkitkan semangat dan tenaga untuk mencapai keadaan yang lebih
baik, serta mampu mengambil inisiatif dan bertindak secara efektif. Unsurunsur motivasi, yaitu:
a. Dorongan prestasi (achievement drive), yaitu dorongan untuk menjadi
lebih baik atau memenuhi standar keberhasilan.
b. Komitmen (commitmen), yaitu menyesuaikan diri dengan sasaran
kelompok atau lembaga.
c. Inisiatif (initiative), yaitu kesiapan untuk memanfaatkan kesempatan.
d. Optimisme (optimisme), yaitu kegigihan dalam memperjuangkan sasaran
kendati ada halangan dan kegagalan.
4. Empati (Emphaty)
Empati adalah kemampuan merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain.
Mampu memahami perspektif orang lain dan menimbulkan hubungan saling
percaya, serta mampu menyelaraskan diri dengan berbagai tipe individu.
Unsur-unsur empati, yaitu: 
a. Memahami orang lain (understanding others), yaitu mengindra perasaan
dan perspektif orang lain dan menunjukkan minat aktif terhadap
kepentingan mereka.
b. Mengembangkan orang lain (developing other), yaitu merasakan
kebutuhan perkembangan orang lain dan berusaha menumbuhkan
kemampuan orang lain.
c. Orientasi pelayanan (service orientation), yaitu mengantisipasi, mengenali,
dan berusaha memenuhi kebutuhan pelanggan.
d. Memanfaatkan keragaman (leveraging diversity), yaitu menumbuhkan
peluang melalui pergaulan dengan bermacam-macam orang.
e. Kesadaran politis (political awareness), yaitu mampu membaca arus-arus
emisi sebuah kelompok dan hubungannya dengan perasaan.
5. Keterampilan Sosial (Social Skills)
Ketrampilan sosial adalah kemampuan menangani emosi dengan baik ketika
berhubungan dengan orang lain, bisa mempengaruhi, memimpin,
bermusyawarah, menyelasaikan perselisihan, dan bekerjasama dalam tim.
Unsur-unsur ketrampilan sosial, yaitu:
a. Pengaruh (influence), yaitu memiliki taktik untuk melakukan persuasi.
b. Komunikasi (communication), yaitu mengirim pesan yang jelas dan
meyakinkan.
c. Manajemen konflik (conflict management), yaitu negoisasi dan pemecahan
silang pendapat. 
d. Kepemimpinan (leadership), yaitu membangitkan inspirasi dan memandu
kelompok dan orang lain.
e. Katalisator perubahan (change catalyst), yaitu memulai dan mengelola
perusahaan.
f. Membangun hubungan (building bond), yaitu menumbuhkan hubungan
yang bermanfaat.
g. Kolaborasi dan kooperasi (collaboration and cooperation), yaitu
kerjasama dengan orang lain demi tujuan bersama.
h. Kemampuan tim (tim capabilities), yaitu menciptakan sinergi kelompok
dalam memperjuangkan tujuan bersama

Comments

Popular Posts