Komponen Self Regulated Learning

 


Menurut Reed dalam Mukhid (2008: 228) self regulated learning
merupakan kegiatan memonitor dan mengontrol belajar diri pebelajar itu sendiri.
Pengaturan belajar memiliki beberapa komponen, seperti motivasi, kepercayaan
asal (epistemic) pebelajar, metakognisi, strategi belajar dan pengetahuan
sebelumnya (prior knowledge). Motivasi membantu pebelajar mengambil usaha
yang diperlukan untuk memonitor dan mengontrol belajar. Kepercayaan epistemik 
adalah apa yang pebelajar peraya tentang sifat-sifat belajar (nature of learning).
Metakognisi adalah berfikir tentang pikiran, yakni kemampuan untuk memahami
apa yang perlu dikerjakan dalam suatu keadaan yang diberikan.
Metakognisi membantu pengaturan dengan memberikan pengetahuan
tentang strategi belajar yang hendak digunakan. Strategi belajar adalah aktifitas
mental yang digunakan siswa ketika belajar untuk membantu diri sendiri dalam
memperoleh, mengorganisasi, atau mengingat pengetahuan baru yang lebih
efisien.
Pintrinch dalam Arjanggi (2013: 57) menyimpulkan beberapa elemen penting
regulasi diri sebagai berkut:
a. Belajar berdasar regulasi diri merupakan usaha proaktif dan konstruktif
yang mana siswa aktif selama proses belajar
b. Suatu prasyarat untuk belajar berdasar regulasi diri adalah potensi untuk
pengendalian. Siswa sanggup untuk memonitor proses belajar, yang mana
berfungsi secara berbeda-beda pada masing-masing siswa
c. Belajar berdasar regulasi diri terdapat tujuan, kriteria, dan standar-standar
yang membantu siswa untuk memodifikasi proses belajar yang dibutuhkan
d. Mediator mempunyai peran penting pada belajar berdasar regulasi diri
yaitu mediator menghubungkan antar siswa dan harapan-harapan diluar
diri, juga antara aktivitas aktual dan diharapkan

Comments

Popular Posts