Pengertian Kecerdasan Emosional

 


Kecerdasan emosional dibangun atas dua kata , yakni kata kecerdasan dan emosi.
Kecerdasan oleh Baron (2003) dikatakan sebagai kemampuan berfikir abstrak dan
kemampuan belajar dari pengalaman. Definisi ini terus berkembang hingga muncul teori
“multiple intelligence” oleh Gardner (2001) yang mengatakan bahwa intellegence manusia
memiliki kemampuan jamak, yang masing-masing bersifat otonom.
Menurut J.P. Du Preez (dalam Baron, 2003), emosi adalah suatu reaksi tubuh
menghadapi situasi tertentu. Sifat dan intensitas emosi biasanya terkait erat dengan aktifitas
kognitif (berfikir) manusia sebagai hasil persepsi terhadap situasi secara spesifik. Menurut
Chaplin (2000) emosi merupakan suatu reaksi kompleks
yang terkait dengan perubahan-perubahan secara mendalam serta dibarengi perasaan yang
kuat atau disertai dengan keadaan afektif. 
Myers dan Salovey (Shapiro, 2003) mendefenisikan kecerdasan emosi sebagai
himpunan bagian dari kecerdasan diri yang melibatkan kemampuan dalam memantau
perasaan dan emosi, baik pada diri sendiri maupun pada orang lain dan kemudian
menggunakan informasi ini untuk membimbing pikiran dan tindakan.
Menurut Goleman (2003) kecerdasan emosi adalah kemampuan memotivasi diri
sendiri dan orang lain. Kemampuan mengenali perasaan diri sendiri dan orang lain,
kemampuan mengendalikan emosi, kemampuan regulasi diri sendiri, kemampuan berempati
dan kemampuan berhubungan dengan orang lain.
Cooper dan Sawaf (2000) mendefinisikan kecerdasan emosi sebagai kemampuan
mengindera, memahami, dan menerapkan secara efektif kekuatan dan ketajaman emosi
sebagai sumber energi, informasi, dan pengaruh yang manusiawi.
Sementara itu Steiner (dalam Goleman, 2003) memberikan pengertian kecerdasan
emosi sebagai suatu kemampuan mengerti emosi diri sendiri dan orang lain dan mengetahui
bagaimana emosi diri sendiri terekspresikan untuk peningkatan maksimal secara etis sebagai
kekuatan pribadi.
Doug Lennick (Goleman, 2003) mengatakan bahwa yang diperlukan untuk sukses
dimulai dengan keterampilan intelektual, tetapi orang juga memerlukan kecakapan emosi
untuk memanfaatkan potensi bakat mereka secara penuh.

Comments

Popular Posts