Pengertian Konflik Orang Tua
Konflik dapat terjadi dalam setiap hubungan manusia, karena dua
individu tidak selalu dapat setuju pada segala hal sepnajang waktu.
Konflik antar individu dapat muncul ketika motif, tujuan, keyakinan,
pendapat, atau perilaku individu terganggu atau bertentangan dengan
individu lainnya (Miller, 2009). Menurut Robinson (2009), konflik
orangtua disebut juga sebagai konflik perkawinan merujuk pada perbedaan
pendapat, perdebatan, dan perselisihan yang terjadi antara orang tua.
Menurut undang-undang RI nomor 1 Tahun 1974 Tentang
Perkawinan Pasal 1, perkawinan adalah ikatan lahir dan batin antara
sorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan
membentuk keluarga atau rumah tangga yang bahagia dan kekal
berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa. Perkawinan merupakan suatu
peristiwa sangat penting dalam kehidupan manusia. Dasar-dasar
perkawinan dibentuk oleh unsur-unsur alami dari kehidupan manusia itu
sendiri yang meliputi kebutuhan dan fungsi biologis, melahirkan
keturunan, kebutuhan akan kasih sayang dan persaudaraan, memelihara
keturunan tersebut menjadi anggota-anggota masyarakat yang sempurna
(Titik & Trianto, 2007).
Pasangan suami istri yang terdiri dari seorang pria dan wanita yang
membentuk rumah tangga atau keluarga dalam suatu ikatan perkawinan
pada dasarnya merupakan naluri manusia sebagai makhluk sosial guna
melangsungkan kehidupannya (Lodewik, 2012). Ikatan perkawinan
merupakan unsur pokok dalam pembentukan keluarga yang harmonis dan
penuh rasa cinta kasih. Seorang pria dan wanita yang merupakan pribadi
yang berbeda dan dulunya bebas tanpa ikatan hukum, namun setelah
perkawinan menjadi terikat lahir batin sebagai suami istri. Tidak hanya
sebagai sarana membangun ikatan, namun perkawinan juga merupakan
landasan natural bagi berkembangnya konflik (Sadarjoen, 2005).
Coser (Anogara, 1992) menyatakan bahwa konflik selalu ada di
tempat kehidupan bersama, bahkan dalam hubungan yang sempurna
sekalipun konflik tidak akan pernah dapat dihindari dan konflik akan
semakin meningkat dalam hubungan yang serius. Demikian pula halnya
dengan kehidupan perkawinan.
Comments
Post a Comment