Pengertian Modal Psikologi

 Menurut Luthans dalam Abdul Aziz (2019) Modal Psikologi adalah kondisi perkembangan positif seseorang dan dikarakteristikan oleh:(1) memiliki kepercayaan diri (self efficacy) untuk menghadapi tugas-tugas yang menantang dan memberikan usaha yang cukup untuk sukses dalam tugas-tugas tersebut; (2) membuat atribusi yang positif (optimism) tentang kesuksesan di masa kini dan masa depan; (3) tidak mudah menyerah dalam mencapai tujuan dan bila perlu mengalihkan jalan untuk mencapai tujuan (hope); dan (4) ketika dihadapkan pada permasalahan atau halangan dapat bertahan dan kembali (resiliency), bahkan lebih untuk mencapai kesuksesan. Modal psikologis merupakan salah satu pandangan yang muncul akibat adanya kebutuhan para praktisi dalam organisasi untuk menemukan pendekatan baru dalam praktek psikologis di ranah pekerjaan dimana pendekatan psikologis negatif dirasakan terlalu membuat para pekerja hanya mencoba untuk memenuhi kebutuhan pribadinya saja dan melalui pendekatan psikologis negative tersebut hanya menyelesaikan permasalahan jangka pendek saja, Luthans dalam Citradewi dan Soebandono (2017). Selanjutnya Luthans dalam Citradewi dan Soebandono (2017) menjelaskan bahwa modal psikologis bersifat terbuka terhadap perubahan, dalam artian dapat terus berkembang. Tidak seperti human capital yang berbicara tentang apa yang seseorang ketahui, atau social capital yang berbicara tentang siapa yang seseorang ketahui, psychological capital lebih mengacu kepada diri individu itu sendiri dan akan menjadi apa individu tersebut ke depannya. 

Karena berfokus kepada siapa individu tersebut, modal psikologis dapat mencakup pengetahuan, skill, kemampuan teknikal, dan pengalaman. Kemudian Luthans dalam Citradewi dan Soebandono (2017), mendefinisikan modal psikologis yaitu: An individual’s positive psychological state of development that is characterized by: (1) having confidence (Self-efficacy) to take on and put in the necessary effort to succeed at challenging tasks; (2) making a positive attribution (optimism) about succeeding now and in the future; (3) persevering toward goals, and when necessary redirecting paths to goals (Harapan) in order to succeed; and (4) when beset by problems and adversity, sustaining and bouncing back and even beyond (resilience) to attain success.”

Comments

Popular Posts