Pengertian Self-Regulated Learning
Self-regulated learning adalah proses aktif dan konstruktif dengan jalan individu
menetapkan tujuan untuk proses belajarnya dan berusaha untuk memonitor, meregulasi,
mengontrol kognisi, motivasi, perilaku, yang kemudian semuanya diarahkan dan didorong oleh
tujuan serta disesuaikan dengan konteks. Kemampuan self-regulated learning ini sangat berguna
bagi siswa, karena sebagai siswa bukan hanya kemampuan intelegensi saja yang harus
ditingkatkan melainkan juga harus diperhatikan kemampuan dalam mengatur dan mengontrol
cara belajarnya. Definisi tersebut sejalan dengan pendapat bahwa mahasiswa yang memiliki Selfregulated learning adalah individu yang secara metakognitif, motivasional, dan behavioral
merupakan peserta aktif dalam proses belajar mereka (Zimmerman, 1989).
Pintrich (2003) menjelaskan bahwa regulasi diri dalam belajar merupakan suatu proses
dimana peserta didik secara aktif mempertahankan pikiran, perasaan, dan perilakunya dari
gangguan-gangguan kecil yang dapat merusak belajar serta mengatur lingkungan belajar dan
menetapkan strategi pembelajaran yang tepat bagi dirinya sendiri. Montalvo (2004)
menambahkan bahwa regulasi diri dalam belajar merupakan proses aktif dan konstruktif di mana
mahasiswa menetapkan tujuan belajarnya dan kemudian berusaha untuk memonitor, mengatur,
dan mengontrol kognisi, motivasi dan tingkah lakunya agar sesuai dengan tujuannya dan kondisi
kontekstual dari lingkungannya
Karakteristik individu yang menerapkan self-regulated learning dalam proses belajarnya
terlihat sebagai berikut (Montalvo & Torres, 2004):
a. Mereka terbiasa yang mengetahui bagaimana menggunakan serangkaian strategi kognitif
(pengulangan, elaborasi dan organisasi) untuk membantu mereka dalam pengubahan,
pengorganisasian, penguraian dan memperbaharui informasi
b. Mereka mengetahui bagaimana merencanakan, mengontrol dan mengarahkan proses
mental menuju tujuan prestasi individu
c. Mereka menunjukkan keyakinan motivasional dan emosi yang adaptif seperti keyakinan
pada kemampuan diri, memiliki tujuan hidup, mengembangkan emosi positif dalam
menghadapi tugas (seperti merasa senang)
d. Mereka merencanakan dan mengontrol waktu dan usahanya untuk digunakan dalam tugas,
dan mereka tahu bagaimana menciptakan dan menyusun situasi belajar yang disenangi,
seperti mencari tempat belajar yang cocok dan mencari bantuan dari dosen atau teman saat
mengalami kesulitan belajar
e. Jika situasinya memungkinkan, mereka akan menunjukkan usaha yang lebih besar untuk
berpartisipasi dalam mengontrol dan mengatur tugas-tugas akademik dan situasi kelas
f. Mereka mampu memainkan serangkaian strategi yang baik yang bertujuan untuk
menghindari gangguan-gangguan internal manapun eksternal agar mereka dapat menjaga
konsentrasi, usaha dan motivasi diri ketika melakukan tugas akademik.
Comments
Post a Comment