Pengertian Self Regulated Learning
Self regulated learning terdiri dari dua kata yaitu self regulated dan
learning. Self regulated berarti terkelola, sedangkan learning adalah
pembelajaran. Jadi dapat disimpulkan bahwa self regulated learning adalah
pengelolaan atau pengaturan diri dalam belajar.
Menurut Bandura (1997: 23) self regulation sebagai kemampuan untuk
mnegontrol perilaku sendiri dan pekerja keras. Bandura mengajukan tiga langkah
self regulation yaitu observasi diri, keputusan, dan respon diri.
Menurut Pintrinch (2000: 453) self regulated learning adalah suatu proses
konstruktif aktif konstruktif dimana siswa menetapkan tujuan untuk pembelajaran
mereka dan kemudian berusaha untuk memonitor, mengatur, dan mengontrol
kognisi mereka, motivasi dan perilaku, dibimbing dan dibatasi oleh tujuan mereka
dan fitur kontekstual di lingkungan
Menurut Schunk (2005: 85) self regulated learning dapat berlangsung
apabila peserta didik secara sistematis mengarahkan perilakunya dan kognisinya
dengan cara memberi perhatian pada instruksi-instruksi, tugas-tugas, melakukan
proses dan menginterpretasikan pengetahuan, mengulang-mengulang informasi
untuk mengingatnya serta mengembangkan dan memelihara keyakinan positifnya
tentang kemampuan belajar dan mampu mengantisipasi hasil belajarnya.
Menurut Zimmerman (1989: 4) self regulated learning adalah kemampuan
untuk menjadi partisipan yang aktif secara metakognisi, motivasi, dan perilaku di
dalam proses belajar. Secara metakognisi, self regulated learner merencanakan,
mengorganisasi, mengarahkan diri, memonitor diri, dan mengevaluasi diri pada
tingkatan-tingkatan yang berbeda dari apa yang siswa pelajari. Secara motivasi,
siswa merasa kompeten, self efficacious, dan mandiri (autonomous). Secara
perilaku (behaviorly), siswa memilih, menyusun, dan membuat lingkungan untuk
belajar yang optimal
Menurut Mukhid (2008: 239) self regulated learning merupakan perpaduan
keterampilan (skill) dan keinginan (will). Pebelajar yang strategis adalah pebelajar
yang belajar merencanakan, mengontrol dan mengevaluasi kognitifnya,
motivasi/afektif, perilaku dan proses-proses yang kontekstual. Siswa yang
mengetahui bagaimana belajar adalah siswa yang memotivasi diri, mengetahui
kelebihan dan kelemahan, mengontrol dan mengatur proses-proses belajar agar
membiasakan diri pada tujuan tugas dan konteks, beroptimis atas performan dan
meningkatkan keterampilan melalui praktek.
Comments
Post a Comment