Proses Self Regulation
Terdapat tiga proses yang merupakan fase siklus dari self regulation, yaitu
forethought, performance, dan self regulation (Zimmerman, 2002; Boekaerts, dkk.,
2000). Berikut ini penjelasan untuk setiap proses:
1. Forethought phase
Dalam fase ini terdapat dua kategori yang penting, yaitu task analysis dan self
motivation belief. Task analysis melibatkan penetapan tujuan (goal setting) dan
strategi perencanaan (strategic planning). Penetapan tujuan mengacu pada
memutuskan hasil tertentu dari proses pembelajaran atau kinerja. Tujuan spesifik
yang telah ditetapkan ini meningkatkan keberhasilan disebabkan pelajar dapat
menyusun strategi sendiri yang tepat untuk mencapai tujuan tersebut. Self
motivation belief berasal dari keyakinan pelajar pada proses belajarnya, seperti
self efficacy belief yaitu yakin bahwa pelajar memiliki kemampuan pribadi untuk
belajar dan harapan dari hasil proses pembelajaran. Keyakinan individu pada
kemampuannya sendiri (self efficacy) akan dapat meningkatkan motivasi intrinsik
dalam dirinya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Hal ini dikarenakan
semakin percaya diri individu makan semakin tinggi tujuan yang mereka tetapkan
dan semakin kuat komitmen mereka untuk mencapai tujuan tersebut.
2. Performance phase
Dua jenis utama dari fase ini, yaitu self control dan self observation. Proses self
control seperti self instruction, imagery, attention focusing, dan task strategies
dapat membantu pelajar untuk fokus pada tugas dan mengoptimalkan usaha.
Jenis kedua dari fase ini, yaitu self observation yang meliputi self-recording dan
self-experimentation. Hal ini mengacu pada perekaman diri terhadap aspek-aspek
tertentu dari kinerja diri, kondisi yang dihadapi, dan efek yang dihasilkan. Apabila
dalam proses ini individu mendapat informasi yang akurat, maka hal ini dapat
menjadi umpan balik dan cepat memperbaiki yang tidak efektif.
3. Self reflection phase
Terdapat dua proses self reflection yang terkait dengan self observation, yaitu
self judgement dan self reaction. Self judgement melibatkan evaluasi diri, yang
mengacu pada membandingkan informasi yang telah didapatkan dan
membandingkan dengan beberapa standar, seperti kinerja sebelumnya, kinerja
orang lain, atau standar kinerja yang mutlak. Salah satu bentuk self reaction
melibatkan perasaan kepuasan diri dan pengaruh positif pada kinerja individu.
Peningkatan kepuasan diri dapat meningkatkan motivasi, sedangkan penurunan
kepuasan diri merusak upaya lebih lanjut untuk belajar. Self reaction juga
berbentuk respon adaptif atau defensif. Reaksi defensif merujuk upaya untuk
melindungi citra diri seseorang dengan menarik atau menghindari kesempatan
untuk belajar. Sebaliknya, reaksi adaptif mengacu pada penyesuaian yang
dirancang untuk meningkatkan efektivitas metode belajar seseorang, seperti
membuang atau memodifikasi strategi pembelajaran yang tidak efektif.
Comments
Post a Comment