Determinasi diri memiliki kebutuhan secara khusus yang didefinisikan sebagai nutrisi yang penting untuk pertumbuhan, integritas, dan kesejahteraan. Dengan demikian, kebutuhan fisiologis dasar berkaitan dengan nutrisi yang diperlukan untuk kesehatan pada keselamatan tubuh, dan meliputi kebutuhan seperti oksigen, air bersih, nutrisi yang memadai, dan bebas dari bahaya fisik. Bersamaan dengan kebutuhan fisik seperti itu, SDT berpendapat bahwa ada juga kebutuhan psikologis dasar yang harus dipenuhi agar minat, perkembangan, dan kesejahteraan psikologis dapat dipertahankan. (Ryan & Deci, 2017) Oleh karena itu terdapat tiga kebutuhan psikologis dasar dalam determinasi diri yakni Autonomy, competence dan relatedness, berikut ini penjelasan ketiga aspek determinasi diri : 1.Autonomy (Otonomi) Autonomy adalah suatu bentuk fungsi yang terkait dengan perasaan kehendak, kongruen, dan terintegrasi (deCharms, 1968; Friedman, 2003; Ryan, 1993; Shapiro, 1981 yang dikutip oleh Ryan & Deci, 2017:10). Autonomy adalah kebebasan yang dimiliki individu dalam melakukan
sesuatu berdasarkan pilihannya sendiri yang mengacu pada hal yang dirasakan dan bersumber dari dirinya sendiri (Ryan & Deci,2000). Autonomy sangat penting dalam membangun motivasi instrinsik.Ketika individu melakukan tindakan karena pengaruh eksternal seperti controlling reward, ancaman, paksaan, penilaian, tenggak waktu, maka hal tersebut dapat merusak motivasi intrinsik. Sedangkan, ketika individu diberikam kesempatan untuk memilih, merasa memiliki kebebasan untuk melakukan hal sesuai minat mereka, maka motivasi instrinsik meningkat dan individu lebih percaya diri dalam menunjukkan kinerjanya (Deci & Ryan, 2000). 2.Competence (Kompetensi) Competence adalah salah satu masalah yang paling banyak diteliti dalam psikologi dan secara luas dilihat sebagai elemen inti dalam tindakan termotivasi (Ryan & Deci 2017 : 11). Di SDT, kompetensi mengacu pada kebutuhan dasar kita untuk merasakan efek dan penguasaan. Orang perlu merasa mampu beroperasi secara efektif dalam konteks kehidupan penting mereka. Kebutuhan akan kompetensi terbukti sebagai upaya yang melekat, diwujudkan dalam rasa ingin tahu, manipulasi, dan berbagai motif epistemik (Deci & Moller, 2005 yang dikutip oleh Ryan & Deci, 2017). Kompetensi berfokus pada keinginan untuk bertindak efektif dalam menghadapi lingkungan (White dalam Deci, 2000). Kebutuhan kompetensi membuat individu lebih terbuka, tertarik dan belajar lebih baik dalam beradaptasi dengan tantangan baru (Deci & Ryan, 2000). Dalam
hubungan antara kompetensi dan motivasi intrinsik, respon positif terhadap suatu perilaku akan memunculkan kepuasan terhadap kebutuhan kompetensi, yang selanjutnya kan meningkatkan motivasi intrinsic individu. Sebaliknya, respon negative terhadap suatu perilaku akan mengurangi rasa puas terhadap kompetensi dan akan menghambat motivasi instrinsik. 3.Relatedness (Relasi) Relatedness berkaitan dengan perasaan terhubung secara sosial (Ryan & Deci, 2017:11). Orang merasakan keterkaitan yang paling khas ketika mereka merasa diperhatikan oleh orang lain. Namun keterkaitan juga tentang kepemilikan dan perasaan signifikan antara lain. Jadi sama pentingnya dengan keterkaitan adalah mengalami diri sendiri sebagai seseorang yang memberi atau berkontribusi kepada orang lain (Ryan & Deci 2017, : 11) Keterkaitan adalah hubungan sosial atau relasi sosial individu dalam berinteraksi dengan individu lain dalam satu komunitas serta memiliki rasa saling bergantung satu dengan yang lain (Ryan & Deci 2017:11)
Comments
Post a Comment