Karakteristik krisis

 


Krisis merupakan kejadian tiba-tiba yang tidak dapat dihindari yang
membahayakan publik dan organisasi. Krisis mempunyai beberapa karakteristik,
karekteristik tersebut dapat dijadikan untuk membedakan antara krisis dan isu.
Karakteristik krisis antara lain: (Kriyantono, 2015:199)
1. Peristiwa yang spesifik (Specific Event)
Penyebab krisis dapat diketahui. Organisasi dapat mengalami berbagai
macam krisis, salah satu nya seperti demonstrasi yang dilakukan oleh
karyawan atau krisis yang menyerang produknya. Tetapi, dimungkinkan
pada saat yang sama organsiasi tersebut mengalami dua jenis atau lebih 
krisis. Lebih dari satu krisis dimungkinkan muncul karena dalam suau
krisis mengandung banyak isu dan isu-isu ini dapat berubah menjadi
krisis, atau setidaknya membuat krisis semakin meluas, jika tidak dikelola
dengan baik
2. Krisis tidak dapat dihindari (Inevitable)
Krisis merupakan kejadian yang tidak diharapkan, dapat terjadi kapan saja,
dan tidak dapat dihindari, serta tidak dapat dipastikan kapan terjadi. Krisis
cenderung mengancam kehidupan organisasi ataupun publiknya, sehingga
tidak seorang pun dalam organisasi mengharapkan krisis terjadi.
3. Krisis menciptakan ketidakpastian informasi
Pada tahap awal krisis, biasanya muncul rumor. Rumor merupakan
informasi yang tidak jelas dari mana asalnya, siapa yang membawa
informasi tersebut, dan kebenaran nya tidak dapat dibukti kan serta
dipertanggung jawabkan. Rumor terjadi karena setiap orang mempunyai
kesempatan untuk mengira-ngira atau membuat analisis sendiri tentang
apa yang terjadi..
4. Menimbulkan kepanikan dan keterkejutan
Kepanikan ini dapat dirasakan oleh organisasi sendiri maupun publik.
Organisasi yang tidak memiliki kesiapan (yaitu, tidak mempunyai strategi
krisis atau crisis plan atau manaejemn isu, belum terlatih untuk
mengantisipasi kemungkinan terburuk terkait dengan operasional
organisasi. Kepanikan harus cepat diselesaikan dengan pengambilan
keputusan yang cepat dan tepat. 
5. Menimbulkan dampak positif atau negatif bagi operasional organisasi
Krisis menimbulkan dampak bagi operasional organisasi. Dampak ini
dapat bersifat merusak atau negatif, seperti penurunan profit, boikot
produk, bankrupt, dituntut secara hukum, banyak manajer senior dan
karyawan yang keluar, penurunan kepercayaan publik, pemerintah, dan
publik tiada henti-hentinya memberikan perhatian besar atau bahkan
menginvestigasi organisasi, mengancam reputasi dan nama organisasi,
perubahan bersifat tidak produktif (misalnya, kehilangan modal,
pengunduran diri karyawan, dam pemutusan hubungan kerja masal, dan
hilangnya waktu mengatasi konflik)
6. Berpotensi menimbulkan konflik
Konflik terjadi karena adanya ketidak sesuaian antara harapan dan
kenyataan. Konflik dapat terjadi di internal organisasi atau juga antara
organisasi dan publik eksternal (konflik eksternal). Krisis memunculkan
pro dan kontra dan debat publik akibat pemberitaan media massa dan
perhatian publik yang terus menerus. Konflik bukan hanya terjadi antara
organisasi dan publik eksternal, tetapi dimungkinkan juga terjadi antara
anggota (internal)

Comments

Popular Posts