Krisis Komunikasi dan Komunikasi Krisis
Untuk tidak mengaburkan pembahasan, perlu dijelaskan hubungan
antara krisis komunikasi dan komunikasi krisis. Krisis komunikasi
berbeda dengan komunikasi krisis. Krisis komunikasi adalah masalah
atau krisis yang terjadi dalam sebuah perusahaan yang disebabkan oleh
unsur-unsur komunikasi. Meminjam terminologi Redi Panuju (2002)
proses komunikasi yang mengandung kemelut (krisis) memiliki ciri : •
ada silang pendapat yang tajam dan tidak menunjukkan adanya itikad
atau usaha saling memahami satu sama lain, saling mencari kesalahan
pihak lain sehingga berpotensi diikuti tindakan pisik yang destruktif; •
tidak melihat sisi positif atau maksud baik komunikasi, komunikasi
hanya untuk merendahkan posisi lawan, komunikasi berjalan secara
asimetris dan sulit terjadi konvergensi; • pesan diterima dengan seleksi
ketat, diwarnai emosi dan kecurigaan
sehingga pesan mengalami distorsi. Yang menonjol adalah ego (bukan
persamaan sifat, kebiasaan dan sebagainya). Selain menguraikan krisis
komunikasi, Redi juga menjelaskan krisis yang terjadi di bagian
kehumasan. Krisis yang disebabkan oleh komunikasi yang
mengandung kemelut ataupun krisis yang terjadi di bagian Humas ini
juga dapat membahayakan nasib perusahaan dan Organisasi.
Perselisihan yang memuncak dapat menyebabkan organisasi terpecah,
bubar bahkan ke perbuatan kriminal. Tentunya yang terakhir ini bila
sampai kepada kontak fisik yang menimbulkan kerugian. Sebaliknya,
komunikasi krisis adalah kegiatan pemberian informasi untuk
menjelaskan tentang terjadinya krisis, baik yang disebabkan oleh
bencana alam, gangguan teknis, kesalahan manusia maupun karena
krisis komunikasi, termasuk upaya-upaya yang telah dilakukan dan
akan dilakukan oleh manajemen perusahaan untuk dapat segera
menyelesaikan atau membantu menyelesaikan krisis sehingga krisis
tersebut bisa segera ditanggulangi, tidak menimbulkan kerugian yang
lebih besar lagi dan tentunya tidak menimbulkan korban jiwa manusia
maupun korban lukaluka. Tujuan komunikasi krisis adalah dalam
rangka mencapai tujuan manajemen krisis. Tujuan manajemen krisis
adalah, pasti, menghindari krisis lebih di atas segalanya. Namun bila
tidak dapat dihindari, tujuannya adalah menghentikan krisis dengan
cepat, membatasi kerugian, memulihkan dan mengembalikan
kepercayaan publik, meraih kembali reputasi perusahaan yang sudah
rusak atau hilang. Keberhasilan komunikasi krisis dilihat dari
keberhasilannya dalam membantu mewujudkan tujuan manajemen
krisis.
Comments
Post a Comment