Relationship Management Theory

 


Relationship Management Theory atau Teori Manajemen Relasi adalah
salah satu kategori teori terapan public relations dalam manajemen organisasi.
Relationship Management Theory ini merupakan salah satu teori khas yang dapat
diimplementasikan dapat membina sebuah hubungan dalam organisasi. Teori ini
juga menjadi salah satu teori penting dalam public relations. Teori ini berfokus
pada upaya membangun atau menjalin hubungan yang saling menguntungkan
dalam organisasi. Teori ini dikenal sebagai teori Organization-Public Relationship
(OPR).
Menurut Kriyantono (2017:278), OPR ini berangkat dari paradigma cocreational yang menganggap komunikasi digunakan untuk menstimuli publik untuk
bersama-sama menciptakan makna (co-creator meaning) dan menekankan dalam
membangun relasi dengan semua publik. Berdasarkan paradigma co-creational,
teori relationship management menganggap manajemen relasi yaitu fungsi sentral
PR. Komunikasi ditempatkan sebagai alat untuk membangun relasi, dan program
evaluasi berdasarkan dampaknya pada relasi antara organisasi dan publik. Karena
itu, keberhasilan program ditentukan kualitas OPR.
Pada paradigma fungsional, komunikasi dianggap sebagai fungsi sentral PR.
Dapat diartikan bahwa produksi dan penyebaran pesan terpusat dan ditentukan oleh
aktivitas public relations. Ukuran keberhasilan ditentukan oleh banyaknya pesan
yang diproduksi dan jumlah pesan yang dimuat di media massa. Menurut 
Ledingham (dalam Kriyantono 2017:279), bahwa dengan kata lain teori
relationship management mengubah fokus bahasa PR dari komunikasi relasi
menjadi komunikasi berperan sebagai inisiasi, mengembangkan, dan memelihara
OPR.
Dalam proses relasi terdapat pertukaran persepsi, atribut, dan identitas yang
berbeda, dan antara organisasi dan publik dimungkinkan saling memengaruhi.
Tetapi proses pertukaran ini tetap diimbangi semangat empati, kesepahaman, dan
berusaha saling menguntungkan. Kualitas manajemen relasi yang dilakukan oleh
organisasi dalam dilihat dengan metode pengukuran yaitu metode Hon & Grunig.
Menurut Kriyantono (2017:279), metode Hon & Grunig berisi empat dimensi,
antara lain:
a. Kepercayaan
Kepercayaan merujuk pada sejauh mana individu dapat bersikap tebuka dan
jujur kepada individu lainnya. Dimensi kepercayaan memiliki tiga dimensi:
(1) Integritas, bahwa kedua pihak yang terlibat dalam relasi bersifat adil dan
menunjukkan kesatuan yang utuh.
(2) Reliability, bahwa kedua pihak yang terlibat relasi memiliki kesesuaian
antara yang diucapkan dengan yang dilakukan. Dengan kata lain, dimensi
ini harus dapat saling diandalkan dan dapat dipercaya.
(3) Kompetensi, bahwa kedua pihak memiliki kemampuan melakukan yang
mereka katakan.
b. Komitmen
Komitmen merujuk pada tingkat dedikasi kepada organisasi dan merupakan
kunci dari Organization-Public Relationship, karena merupakan hal
fundamental bagi sikap organisasi pada publik. 
c. Kepuasan
Dimensi kepuasan mencakup pengukuran apakah kedua pihak yang terlibat
relasi memiliki perasaan positif tentang pihak lainnya.
d. Kontrol Kebersamaan
Dimensi ini mencakup keseimbangan kekuatan, artinya mengevaluasi pihak
mana yang memiliki kekuatan atau pengaruh terhadap yang lainnya. Kekuatan
atau pengaruh tersebut muncul pada setiap relasi. Kekuatan yang dimiliki
biasnaya digunakan untuk mengontrol relasi. Kekuatan ini dapat memengaruhi
sikap dan perilaku

Comments

Popular Posts