Resistensi Pengguna

 Resistensi pengguna merupakan sebuah sikap untuk berperilaku bertahan, berusaha melawan, menentang, ataupun upaya oposisi. Resistensi pengguna didefinisikan sebagai reaksi yang bertentangan dengan perubahan yang diajukan. Pertentangan dapat ditunjukkan secara terang-terangan berupa sabotase, atau secara diam-diam seperti menjalankan tapi menggerutu atau mengkritik sistem baru. Resistensi pengguna juga didefisikan sebagai reaksi yang berlawanan terhadap perubahan yang dirasakan oleh pengguna atas implementasi sistem informasi yang baru (Saring Suhendro, et.al : 2015). Resistensi pengguna merupakan sikap yang dihasilkan sebagai implikasi dari terjadinya suatu perubahan yang cukup signifikan dari hal-hal yang biasa dilakukan. Resistensi pengguna terhadap penerapan sistem informasi akuntansi pemerintahan berbasis akrual berarti sikap pengguna yang ingin tetap bertahan dengan sistem akuntansi yang lama dan enggan atau bahkan menolak penggunaan sistem akuntansi yang baru. Resistensi sering terjadi karena eksekutif dan pekerja melihat perubahan dari sudut pandang yang berbeda. Bagi manajer senior, perubahan berarti peluang, baik untuk bisnis maupun dirinya sendiri. Sedangkan bagi pekerja merupakan gangguan atau kekacauan, Peter Scholtes berpandangan bahwa pada dasarnya karyawan tidak menolak perubahan, tetapi mereka menolak diubah (Wibowo : 2016 ; 152). Resistensi terhadap perubahan bersifat tiga dimensi menyangkut komponen afektif (affective component), komponen kognitif (cognitive component)dan komponen perilaku (behavioral component) . Komponen afektif adalah bagaimana orang merasa tentang perubahan. Komponen kognitif adalah bagaimana orang berfikir tentang perubahan. Komponen perilaku adalah apa yang dilakukan orang dalam perubahan. Respon behavioraldapat mempunyai respon aktif maupun pasif. Respon aktif dapat berupa sabotase atau memperlambat kerja, sedangkan respon pasif dapat berupa bekerja sesedikit mungkin, dan tidak ingin mempelajari hal yang baru. Reaksi yang lebih sulit diidentifikasi adalah ketika individu bekerja hanya berdasarkan instruksi atau dengan kata lain kehilangan minat terhadap pekerjaan (Stephen P. Robbins : 2009 ; 93).Resistensi merupakan sikap emosional yang alamiah yang akan timbul dengan sendirinya dari seorang individu atas perubahan yang dianggap menggangu personalnya atau bahkan mengganggu hubungan sosialnya. Karena resistensi merupakan sikap alamiah dari seorang individu, maka bentuk perwujudan dari sikap tersebut akan berbeda-beda dari setiap individunya. Oleh karena itu, banyak faktor yang dapat menyebabkan resistensi pengguna

Comments

Popular Posts