Sumber dan Jenis Krisis

 


Devlin (2007); G. Harisson (2005), dan White & Mazur (1995) dalam
Kriyantono (2015:205) dapat di deskripsikan bahwa secara umum krisis dapat
disebabkan oleh dua sumber, yaitu dari dalam organisasi dan dari luar organisasi.
Sumber krisis yaitu sebagai berikut: 
1. Krisis Teknologi
Krisis yang terjadi disebabkan oleh kesalahan penggunaan teknologi
tertentu dalam operasional organisasi. Misalnya: kasus ledakan nujkir
Chernobyl yang terjadi di Rusia, kesalahan dalam melakukan pengeboran
yang diduga menyebabkan lumpur meluap di Sidoarjo krisis lumpur
Lapindo, 2006 sampai skearang menewaskan 14 orang dan membuat 60
ribu orang kehilangan rumah dan desanya
2. Krisis Konfrontasi
Relasi yang buruk antara organisasi dan publik (masalah pada industrial
relations dan community relations) dapat merangsang terjadinya
konfrontasi, yang akhirnya memicu terjadinya krisis. Ini terjadi bila publik
mengekspresikan kemarahannya (publik outrage) karena ketidakpuasannya terhadap operasi sehari-hari di organisasi.
3. Krisis Malevolence
Terjadi apabila seseorang atau kelompok mempunyai keinginan untuk
menjatuhkan atau membahayakan organisasi, seperti sabotase atau teroris
yang mengebom area bisnis dan mengganggu aktivitas organisasi.
4. Krisis manajemen dan perilaku karyawan
Krisis terjadi karena kelompok manajemen gagal melaksanakan tanggung
jawabnya. Sebagai contoh: korupsi yang dilakukan manajemen, seorang
manajer bank yang kalah dalam permainan valas, pergantian manajemen
baru, take over (akuisisi), masalah keuangan, bangkrut, operasiola 
organisasi yang salah (salah dalam pengeboran, membuat iklan bohong) ,
atau manajer/karyawan yang berbuat criminal.
5. Kekerasan di lingkungan kerja (workplace violence)
Segala bentuk kekerasan yang terjadi di lingkungan kerja dapat
menimbulkan krisis. Kekerasan ini dapat dilakukan oleh manajemen
maupun karyawan secara sengaja, seperti penyekapan karyawan ditempat
kerja oleh pihak manajemen. Dapat pula dilakukan oleh pihak luar
organisasi, seperti manajer yang terbunuh diruang kantornya.
6. Krisis bencana alam
Krisis yang disebabkan oleh bencana alam mempengaruhi aktivitas
organisasi, seperti banjir, tanah longsor, dan gempa bumi.
7. Krisis produk
Krisis yang diakibatkan oleh masalah pada produk. Ada beberapa jenis,
antara lain: (a) kredibilitas produk, krisis akibat produk dianggap tidak
efektif, kredibel, dan tidak memuaskan.
8. Tahapan krisis
Dari beberapa definisi krisis, dapat dideskripsikan bahwa krisis tidak
terjadi begitu saja, tetapi merupakan sebuah proses kejadian. Tahapan
krisis menurut Steven Finks (1986)

Comments

Popular Posts