Faktor-faktor yang Mempengaruhi Modal Kerja


Modal kerja yang digunakan oleh perusahaan tidak boleh terlalu besar karena hal
ini berarti ada sebagian dana yang menganggur dan ini akan menurunkan tingkat
profitabilitas perusahaan. Beberapa faktor yang mempengaruhi jumlah modal kerja
yang dibutuhkan oleh suatu perusahaan, menurut Munawir (2002 : 117) adalah sebagai
berikut :
1. Sifat atau tipe dari perusahaan.
Modal kerja dari suatu perusahaan jasa relatif akan lebih rendah bila dibandingkan
dengan kebutuhan modal kerja perusahaan industri, karena untuk perusahaan jasa
tidak memerlukan investasi yang besar dalam kas, piutang, maupun persediaan.
Kebutuhan uang tunai untuk membayar tenaga kerjanya maupun untuk membiayai
operasinya dapat dipenuhi dari penghasilan atau penerimaan saat itu juga,
sedangkan piutang biasanya dapat ditagih dalam waktu yang relatif pendek. Sifat
dari perusahaan jasa biasanya memiliki atau harus menginvestasikan modalnya
sebagian besar pada aktiva tetap atau plan and equipment yang digunakan untuk
memberikan pelayanan atau jasanya kepada masyarakat. Sebaliknya perusahaan
industri harus mengadakan investasi yang cukup besar dalam aktiva lancar agar
perusahaannya tidak mengalami kesulitan dalam operasi sehari-hari. Oleh karena
itu apabila dibandingkan dengan perusahaan jasa, perusahaan industri
membutuhkan modal kerja yang lebih besar. Bahkan di antara perusahaan industri
sendiri kebutuhan akan modal kerjanya juga berbeda-beda jumlahnya.
2. Waktu yang dibutuhkan untuk memproduksi atau memperoleh barang yang akan
dijual serta harga persatuan dari barang tersebut.
Kebutuhan modal kerja suatu perusahaan berhubungan langsung dengan waktu
yang dibutuhkan untuk memperoleh barang yang akan dijual maupun bahan dasar
yang akan diproduksi sampai barang tersebut dijual. Makin lama waktu yang
dibutuhkan untuk memproduksi atau untuk memperoleh barang tersebut makin
besar pula modal kerja yang dibutuhkan. Di samping itu harga pokok persatuan
barang juga akan mempengaruhi besar kecilnya modal kerja yang dibutuhkan,
semakin besar harga pokok persatuan barang yang akan dijual maka semakin besar
pula kebutuhan akan modal kerja.
3. Syarat pembelian bahan atau barang dagangan.
Syarat pembelian barang dagangan atau bahan dasar yang akan dipergunakan untuk
memproduksi barang sangat mempengaruhi jumlah modal kerja yang dibutuhkan
oleh perusahaan yang bersangkutan. Jika syarat kredit yang diterima pada waktu
pembelian menguntungkan, maka semakin sedikit uang kas yang harus
diinvestasikan dalam persediaan bahan baku atau barang dagangan, sebaliknya bila
pembayaran atas bahan atau barang yang dibeli tersebut harus dilakukan dalam
jangka waktu yang pendek maka uang kas yang diperlukan untuk membiayai
persediaan semakin besar pula.
4. Syarat penjualan.
Semakin lunak kredit yang diberikan oleh perusahaan kepada para pembeli, maka
akan mengakibatkan semakin besarnya jumlah modal kerja yang harus
diinvestasikan dalam piutang. Untuk memperendah dan memperkecil jumlah
modal kerja yang harus diinvestasikan dalam piutang dan untuk memperkecil risiko
adanya piutang yang tak tertagih, sebaiknya perusahaan memberikan potongan
tunai kepada para pembeli, karena dengan demikian para pembeli akan segera
tertarik untuk segera membayar utangnya dalam periode diskonto tertentu.
5. Tingkat perputaran persediaan.
Semakin tinggi tingkat perputaran persediaan tersebut maka jumlah modal kerja
yang dibutuhkan semakin rendah. Semakin tinggi tingkat perputaran akan
memperkecil risiko terhadap kerugian yang disebabkan karena perubahan selera
konsumen, disamping itu akan menghemat ongkos penyimpanan dan pemeliharaan
terhadap persediaan tersebut.

Comments

Popular Posts