Jenis-jenis Modal Kerja

 


Menurut Taylor dalam Riyanto (2013:60), menggolongkan jenis-jenis
modal kerja sebagai berikut:
1. Modal Kerja Permanen (Permanent Working Capital)
Modal kerja permanen (permanent working capital) adalah modal kerja
yang diperlukan untuk kegiatan operasi perusahaan dan untuk kelancaran
usaha. Modal kerja permanen dapat dibedakan dalam: 
a. Modal Kerja Primer (Primary Working Capital)
Untuk menjaga keberlangsungan hidup perusahaan, maka perusahaan
memerlukan modal kerja minimal yang disebut dengan modal kerja
primer.
b. Modal Kerja Normal (Normal Working Capital)
Modal kerja normal yaitu modal yang digunakan untuk kegiatan
operasional perusahaan yang normal. Normal memilki arti dinamis.
2. Modal Kerja Variabel (Variable Working Capital)
Modal kerja yang mudah berubah-ubah sesuai dengan perubahaan suatu
kondisi diartikan dengan modal kerja variabel (variable working capital).
Modal kerja variabel ini dibedakan antara:
a. Modal Kerja Musiman (Seasonal Working Capital)
Perubahan musim menyebabkan perubahan pada jumlah modal kerja yang
disebut dengan modal kerja musiman (seasonal working capital).
b. Modal Kerja Siklis (Cyclical Working Capital)
Fluktuasi konjungtur menyebabkan perubahan jumlah modal kerja yang
disebut dengan modal kerja siklis (cylical working capital).
c. Modal Kerja Darurat (Emergency Working Capital)
Perubahan jumlah modal kerja yang dikarenakan keadaan darurat yang
tidak diketahui misalnya bencana alam, perubahan modal kerja ini disebut
dengan modal kerja darurat (emergency working capital).

Comments

Popular Posts