Pengaruh Brand Awareness Terhadap Minat Beli Konsumen
Kesadaran (awareness) menggambarkan keberadaan merek di dalam
pikiran konsumen, yang dapat menjadi penentu dalam beberapa kategori dan
bisaanya mempunyai peranan kunci dalam pembentukan brand equity (Aaker,
1997 dalam Durianto, 2004:54 ). Brand equity merupakan sekumpulan aset yang
terkait dengan nama merek dan simbol sehingga dapat menambah nilai yang ada
dalam produk atau jasa tersebut (Rangkuti, 2004). Kesadaran merek dapat
mempengaruhi persepsi dan tingkah laku konsumen dalam proses pengambilan
keputusan pembelian. Jika kesadaran merek sangat rendah, maka hampir
dipastikan bahwa ekuitas mereknya juga rendah. Peran brand awareness dalam
keseluruhan brand equity tergantung sejauh mana tingkat kesadaran yang dicapai
oleh sebuah merek.
Menurut Aaker (1991) dalam Wibowo (2000) awareness merupakan
bentuk yang paling sederhana dari brand equity yaitu adanya perasaan tidak asing
terhadap brand. Perasaan tidak asing terhadap suatu brand akan memberikan rasa
percaya diri. Kemudian rasa percaya ini akan menyebabkan adanya perasaan
bahwa resiko yang dihadapi oleh pelanggan berkurang, yang pada gilirannya
pelanggan berkecenderungan untuk mempertimbangkan dan memilih brand yang
bersangkutan. Fakta menunjukkan bahwa rata-rata pelanggan lebih menyukai
brand yang telah ia kenal daripada brand yang asing baginya atau baru saja
mereka kenal.
Karena konsumen tidak dapat membeli sebuah merek kecuali mereka tahu
akan merek tersebut, kesadaran merek adalah sebuah tujuan umum komunikasi
untuk semua strategi promosi. Dengan menciptakan kesadaran merek, pemasar
berharap bahwa kapanpun kebutuhan akan suatu kategori produk muncul, merek
tersebut akan diaktifkan dari ingatan untuk kemudian dimasukkan ke dalam
pertimbangan pilihan alternatif dalam pengambilan keputusan. Mungkin iklanlah
yang memiliki pengaruh yang paling besar terhadap kesadaran merek. Walaupun
publisitas, penjualan personal, dan promosi penjualan juga dapat memberikan
dampak (Peter et al, 2000).
Pengetahuan terhadap kesadaran merek akan berpengaruh terhadap minat
beli konsumen (Kwan, 2001). Konsumen akan cenderung membeli produk
dengan merek yang sudah terkenal dibandingkan dengan produk yang mereknya
masih asing ditelinga mereka. Minat beli juga didasarkan pada pengetahuan
konsumen yang mereka peroleh dari media informasi mengenai merek produk
tersebut. Hasil penelitian Setyawan (2010) juga menyatakan bahwa semakin
tinggi tingkat kesadaran merek seseorang, maka minat beli konsumen terhadap
produk dengan merek tersebut meningkat karena merek itulah yang pertama
diingatnya
Comments
Post a Comment