Pengertian Modal Kerja

 


Perusahaan yang bergerak di bidang apapun baik itu
perusahaan jasa atau perusahaan industri selalu membutuhkan modal
kerja untuk membelanjai operasi perusahaan dari hari ke hari,
misalnya untuk memberi uang muka pada pembelian bahan baku
atau barang dagangan, membayar upah buruh dan gaji pegawai, dan
biaya-biaya lainya, setiap perusahaan perlu menyediakan modal
kerja. Sejumlah dana yang telah dikeluarkan untuk membelanjai
operasi perusahaan tersebut diharapkan akan dapat kembali lagi
masuk dalam perusahaan dalam jangka waktu pendek melalui hasil
penjualan barang dagangan atau hasil produksinya (Jumingan, 2006).
Modal kerja merupakan salah satu unsur aktiva yang sangat
penting dalam perusahaan. Karena tanpa modal kerja perusahaan
tidak dapat memenuhi kebutuhan dana untuk menjalankan
aktivitasnya. Masa perputaran modal kerja yakni sejak kas
ditanamkan pada elemen-elemen modal kerja hingga menjadi kas
lagi adalah kurang dari satu tahun atau berjangka pendek. Masa
perputaran modal kerja ini menunjukkan tingkat efisiensi
penggunaan modal kerja tersebut. Semakin cepat masa perputaran 
modal kerja maka akan semakin efisien penggunaan modal kerja,
dan tentunya investasi pada modal kerja semakin kecil. Oleh karena
itu manager keuangan dituntut mengelola modal kerja dengan baik
sehingga meningkatkan efisiensi modal kerja. Di samping tingkat
efisiensi, manager keuangan juga dituntut untuk memperhatikan
sumber dana untuk memenuhi modal kerja tersebut. Manager
keuangan menghadapi berbagai pilihan sumber dana baik sumber
dana berjangka pendek maupun berjangka panjang.

Comments

Popular Posts