Unsur-unsur yang Terdapat dalam Modal Kerja
Modal kerja merupakan keseluruhan dari jumlah aktiva lancar. Aktiva lancar
adalah uang kas dan aktiva lainnya yang dapat segera dicairkan atau ditukar menjadi
uang tunai (paling lama satu tahun). Adapun yang termasuk unsur-unsur aktiva lancar
menurut Sutrisno (2001 : 61) adalah sebagai berikut :
1. Kas
Setiap perusahaan dalam menjalankan perusahaan selalu membutuhkan uang tunai
atau kas. Kas diperlukan baik untuk membiayai operasi perusahaan sehari-hari
seperti pembelian bahan baku, pembayaran upah, pembayaran utang, atau
pembayaran tunai lainnya, serta dibutuhkan untuk investasi pada aktiva tetap.
Pengeluaran kas ada yang bersifat kontinyu seperti untuk pengeluaran rutin dan ada
pula yang bersifat intermitten seperti untuk pembayaran dividen, pembayaran
pajak, dan pembelian aktiva tetap. Pengeluaran kas untuk pembayaran tersebut
sebagai aliran kas keluar atau cash outflow, sedangkan penerimaan kas disebut
sebagai aliran kas masuk atau cash inflow. Aliran kas masuk diperoleh dari
berbagai sumber antara lain dari hasil penjualan tunai, penerimaan piutang, dan
penerimaan-penerimaan lainnya.
2. Piutang
Piutang dagang adalah tagihan perusahaan kepada pihak lain sebagai akibat
penjualan secara kredit. Adanya piutang berarti bahwa perusahaan harus
menyediakan dana yang diinvestasikan ke dalam piutang tersebut. Dalam piutang
selalu akan timbul masalah piutang tak tertagih, oleh karena itu dalam memberikan
kredit harus direncanakan dengan baik agar masalah piutang macet dapat
dikendalikan. Di samping itu, dana yang akan digunakan oleh perusahaan akan
selalu ada biaya dananya, sehingga perlu direncanakan besarnya dana yang akan
diinvestasikan ke dalam piutang tersebut.
3. Persediaan
Persediaan adalah sejumlah barang yang dimiliki oleh perusahaan yang tujuannya
untuk dijual atau diolah kembali. Persediaan merupakan penting dalam penentuan
kelancaran operasi perusahaan, tanpa adanya persediaan yang memadai maka
perusahaan tidak memperoleh keuntungan yang diinginkan yang disebabkan oleh
proses produksi yang terganggu. Persediaan yang berlebihan juga tidak baik bagi
perusahaan, jadi jumlah persediaan harus disesuaikan dengan kebutuhan.
4. Surat berharga
Apabila perusahaan mempunyai kelebihan dana maka manajer keuangan harus
mengusahakan agar kelebihan dana tersebut diinvestasikan pada instumen investasi
sesuai dengan sifat dana yang dipunyai. Bila kelebihan dana tersebut digunakan
jangka, manajer keuangan harus menginvestasikan pada jangka. Bila dana yang
dimiliki bersifat likuid artinya harus tersedia bila dibutuhkan, maka manajer
keuangan sebaiknya menginvestasikan kelebihan dana tersebut pada jangka
pendek. Instrumen investasi jangka pendek sering disebut surat berharga atau
sekuritas (efek). Investasi atau pembelian surat berharga atau sekuritas dilakukan
dengan tujuan untuk menjaga likuiditas, artinya kelebihan dana yang dimiliki
perusahaan dibelikan surat berharga agar tidak terjadi fund sehingga perusahaan
mendapat keuntungan, namun sekuritas tersebut harus segera menjadi uang tunai
bila likuiditas perusahaan kurang baik.
Comments
Post a Comment