Keputusan Menggunakan
Keputusan menggunakan jasa atau yang lebih dikenal juga dengan
keputusan pembelian. Keputusan menggunakan merupakan suatu proses
pengambilan keputusan akan menggunakan yang mencakup penentuan apa yang
akan di gunakan atau tidak menggunakan Hal ini menciptakan pemikiran pada
perusahaan jasa transportasi untuk jasanya digunakan, karena berharap agar
konsumen dapat memutuskan untuk menggunakan jasa transportasinya sehingga
dapat diminati dan berfrekuensi tinggi. Sehingga penyedia jasa mendapatkan
pendapatan yang tinggi guna meningkatkan keputusan penumpang dalam
menggunakan transportasi tersebut.
Menurut Kotler dalam Ratno (2017:181) Ada bermacam faktor yang
menyebabkan konsumen melakukan keputusan pembelian suatu produk atau jasa,
biasanya konsumen selalu mempertimbangkan kualitas, harga dan produk sudah
yang sudah dikenal oleh masyarakat. Sebelum konsumen memutuskan untuk
menggunakan jasa, konsumen biasanya akan melalui beberapa fase, yaitu:
1. Pengenalan masalah
Proses pengambilan keputusan pemakaian suatu jasa diawali oleh kesadaran
dari individu untuk mecukupi kebutuhan dan keinginan dalam suatu produk atau
jasa tertentu.
2. Pencarian informasi
Yaitu konsumen mencari informasi tentang produk tersebut dari berbagai
macam sumber informasi.
3. Evaluasi alternatif
Konsumen akan melakukan seleksi terhadap alternatif – alternatif yang ada
mengenai barang atau jasa. Konsumen melakukan evaluasi terhadap alternatif
tersebut.
4. Keputusan membeli atau tidak
Yaitu konsumen menentukan pilihan produk atau jasa apa yang dipilih oleh
konsumen untuk digunakan.
5. Perilaku pasca pembelian
Yaitu setelah membeli suatu produk atau jasa, konsumen akan melakukan
evaluasi setelah pemakaian terhadap produk atau jasa yang dibelinya karakteristik
konsumen yang mencakup kebutuhan pribadi.
Faktor-faktor yang mendasari keputusan penumpang diantaranya meliputi
faktor harga, pelayanan berkualitas dan brand image yang memunculkan persepsi
dikalangan masyarakat untuk menggunakan. Dan jika semua ini selaras maka
berakibat positif pada sebuah perusahaan jasa transportasi seperti Go-jek dan
BRT. Dua jenis perusahaan yang memiliki kesamaan dalam pelayanan yaitu
melayani jasa mobilitas penduduk namun juga memiliki perbedaan dari Go-jek
yang bisa dipesan melalui handphone dan BRT yang mewajibkan kita ke halte
pemberhentiannya. Ini yang menyebabkan perbedaan keputusan menggunakan
jasa transportasi Go-jek maupun BRT. Adanya perusahaan seperti Go-jek
memberikan dampak baik untuk masyarakat karena mereka dapat memilih dan
menggunakannya. Karena itu pengambilan keputusan merupakan suatu kegiatan
individu yang secara langsung terlibat dalam mendapatkan dan mempergunakan
barang atau jasa yang ditawarkan.
Keputusan pembelian mempunyai beberapa struktur komponen menurut
Suryani dalam Khairunissa (Et All. 2017:39) yaitu keputusan mengenai pemilihan
produk atau jasa , keputusan mengenai pemilihan merek, keputusan mengenai
pemilihan penjual, keputusan mengenai waktu pembelian dan keputusan
mengenai jumlah pembelian. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi
keputusan konsumen Tjiptono berpendapat dalam Herawati (2016:4) ada beberapa
faktor sebagai berikut:
1. Emosi dan mood
Emosi dan mood mempengaruhi pelanggan terhadap service ecounter atau
interaksi.
2. Pengelolaan Layanan (Dramaturgi)
Pengelolaan layanan menggambarkan dan menganalisis kinerja jasa, ini
disebabkan organisasi jasa bertujuan menciptakan dan mempertahankan kesan
positif di masyarakat.
3. Peran Pengalaman (Role theory and script theory)
Serangkaian pola perilaku yang dipelajari melalui pengalaman dan
komunikasi, yang akan dilakukan oleh individu tertentu dalam interaksi social
tertentu, dalam rangka mewujudkan dalam pencapaian tujuan yang ditetapkan.
4. Peran Pelanggan (Costumer Compatibility)
Peran pelanggan lain yang menerima jasa pada saat bersamaan juga tidak
kalah pentingnya dalam menentukan pengalaman jasa keseluruhan pelanggan
tertentu
Pada jasa transportasi keputusan penumpang juga banyak mempertimbangkan
hal-hal yang sangat menguntungkan untuk penumpang. Hal ini biasanya berkaitan
dengan harga, pelayanan dan brand image yang dimiliki oleh perusahaan sehingga
memunculkan pandangan positif pada konsumen pengguna jasa transportasi.
Contohnya ada perusahaan jasa transportasi online seperti Go-jek memberikan
sajian yang berbeda dengan BRT. Setelah menggunakan jasa transportasi biasanya
penumpang pun juga mempertimbangkan selanjutnya untuk menggunakan
transportasi tersebut atau tidak. Sehingga ini berpengaruh terhadap keputusan
penumpang dalam menggunakan jasa transportasi.
Secara operasional dapat disimpulkan bahwa keputusan menggunakan jasa
adalah rangkaian kegitan yang dilakukan konsumen untuk memutuskan
menggunakan jasa transportasinya. Ini erat hubunganya dengan harga, kualitas
pelayanan dan brand image yang dimiliki sebuah perusahaan memberikan
persepsi yang positif dikalangan masyarakat sehingga berpengaruh untuk
menggunakannya kembali. Semakin baik kualitas yang diberikan penyedia jasa
transportasi, maka akan semakin banyak penumpang yang memutuskan
menggunakan jasa tersebut. Maka itulah perusahaan penyaji jasa transportasi
harus menarik hati konsumen untuk memilih menggunakan jasa dan memenuhi
harapan mereka.
Comments
Post a Comment