Keputusan Pembelian

 


Menurut Swasta dan Handoko dalam Fatmawati dan Soliha (2017)
keputusan pembelian adalah sebuah pendekatan penyelesaian masalah pada
kegiatan manusia untuk membeli suatu barang atau jasa dalam memenuhi
keinginan dan kebutuhan yang terdiri dari pengenalan kebutuhan dan
keinginan, pencarian informasi terhadap alternatif pembelian, keputusan
pembelian dan tingkah laku setelah pembelian. Sedangkan menurut Kotler
dan Keller (2016) keputusan pembelian merupakan suatu proses
penyelesaian masalah yang terdiri dari menganalisis atau pengenalan
kebutuhan dan keinginan, pencarian informasi, penilaian sumber-sumber
seleksi terhadap alternatif pembelian, keputusan pembelian dan perilaku
setelah pembelian.
Keputusan pembelian adalah sebuah seleksi dari dua atau lebih
pilihan untuk membawanya kepada pembelian (Dowling dalam Amron,
2018). Keputusan pembelian benar-benar penting ketika ada beberapa
pilihan produk atau jasa yang memiliki kesamaan fungsi. Menurut Chang &
Wang (2011) keputusan pembelian dibuat oleh konsumen didasarkan dari
berbagai motivasi dan dorongan spesifik. Semakin kuat dorongan dan
motivasi konsumen, maka semakin kuat keputusan untuk membeli produk
tertentu. Menurut Schiffman & Kanuk (2007) keputusan pembelian
didefinisikan sebagai sebuah pilihan dari dua atau lebih alternatif pilihan.
Menurut Tjiptono (2008) keputusan pembelian adalah sebuah proses
dimana konsumen mengenal masalahnya, mencari informasi mengenai
produk atau merek tertentu dan mengevaluasi secara baik masing-masing
alternatif tersebut dapat memecahkan masalahnya, yang kemudian
mengarah pada keputusan pembelian.
Berdasarkan pengertian tersebut dapat disimpulkan keputusan
pembelian merupakan suatu proses pengambilan keputusan yang diawali
dengan pengenalan masalah kemudian mengevaluasinya dan memutuskan
produk yang paling sesuai dengan kebutuhan.
Menurut Kotler dan Keller (2016) konsumen akan melalui lima
tahap dalam pengambilan keputusan pembelian. yaitu:
a. Pengenalan kebutuhan, merupakan tahap pertama proses keputusan
pembeli, dimana konsumen menyadari suatu masalah atau kebutuhan.
b. Pencarian informasi, merupakan tahap proses keputusan pembeli
dimana konsumen ingin mencari informasi lebih banyak; konsumen
mungkin hanya memperbesar perhatian atau melakukan pencarian
informasi secara aktif.
c. Evaluasi alternatif, merupakan tahap proses keputusan pembeli dimana
konsumen menggunakan informasi untuk mengevaluasi merek
alternatif dalam sekelompok pilihan.
d. Keputusan pembelian, merupakan keputusan pembeli tentang merek
mana yang paling disukai, tetapi dua faktor bisa berada antara niat
pembelian dan keputusan pembelian.
e. Perilaku pasca pembelian, merupakan tahap proses keputusan pembeli
dimana konsumen mengambil tindakan selanjutnya setelah pembelian,
berdasarkan kepuasan atau ketidakpuasan mereka

Comments

Popular Posts