Kualitas Persepsian

 


Pengertian tentang kualitas persepsian atau dahulu disebut kualitas
yang dipersepsikan berpusat pada konsumen sehingga dapat dikatakan
bahwa seorang penjual telah memberikan kualitas bila produk atau
pelayanan penjual telah memenuhi atau melebihi harapan konsumen.
Fatmawati dan Soliha (2017) menjelaskan bahwa kualitas produk
merupakan pemahaman bahwa produk yang ditawarkan oleh penjual
mempunyai nilai jual yang tidak dimiliki oleh produk pesaing. Akan tetapi,
suatu produk dengan penampilan terbaik atau bahkan dengan tampilan lebih
baik bukanlah merupakan produk dengan kualitas tinggi jika tampilannya
bukanlah yang dibutuhkan dan diinginkan oleh pasar.
Kualitas produk menurut Kotler dan Keller (2016) adalah
keseluruhan ciri dari suatu produk yang berpengaruh pada kemampuan
untuk memuaskan kebutuhan yang dinyatakan/tersirat. Pengertian kualitas
produk juga menurut Schiffman & Kanuk (2007) adalah kemampuan suatu
perusahaan untuk memberikan identitas atau ciri pada setiap produknya
sehingga konsumen dapat mengenali produk tersebut. Pendapat lainnya
menurut Tjiptono (2008) kualitas produk adalah suatu penilaian konsumen
terhadap keunggulan atau keistimewaan suatu produk.
Dengan kata lain, meskipun menurut produsennya, barang yang
dihasilkannya sudah melalui prosedur kerja yang cukup baik, namun jika
tetap belum mampu memenuhi standar yang di syaratkan oleh konsumen,
maka kualitas barang atau jasa yang dihasilkan oleh produsen tersebut tetap
dinilai sebagai suatu yang memiliki kualitas yang rendah. Di samping harus
mampu memenuhi standar yang di syaratkan oleh konsumen, baik buruknya
kualitas barang yang dihasilkan juga dapat dilihat dari konsistensi
terpenuhinya harapan dan kebutuhan masyarakat. Pernyataan ini
menegaskan kualitas tersebut hendaknya dinilai secara periodik dan
berkesinambungan sehingga terlihat konsistensi tingkat terpenuhinya di atas
standar.
Menurut Mowen & Minor (2002) definisi kualitas produk adalah
evaluasi secara keseluruhan dari pelanggan tentang keunggulan kinerja
suatu barang atau jasa. Menurut Mowen & Minor (2002) terdapat delapan
indikator kualitas produk sebagai atribut dari suatu produk yang dievaluasi
oleh konsumen, yaitu:
a. Performance, yaitu penampilan atau kinerja dari fungsi atau
karakteristik utama produk
b. Features, yaitu sejumlah atribut tambahan yang melengkapi fungsi
utama produk.
c. Reliability, yaitu kemungkinan suatu produk tidak akan rusak atau
gagal dalam suatu periode waktu tertentu.
d. Durability, yaitu umur atau daya tahan produk.
e. Service ability, yaitu kemudahan produk untuk diperbaiki dan layanan
pribadi yang tepat, handal, dan tepat waktu.
f. Aesthetics, yaitu bagaimana produk tersebut terlihat, dirasakan dan
terdengar
g. Conformance to specification, yaitu tingkat kesesuaian produk dengan
spesifikasi yang telah dijanjikan.
h. Perceived quality, yaitu gabungan semua kategori yang merupakan
pengaruh dari brand image dan faktor-faktor tak terwujud lainnya yang
mempengaruhi persepsi konsumen mengenai kualitas.
Berdasarkan teori di atas dapat disimpulkan bahwa kualitas produk
merupakan konsistensi produk atau jasa yang dihasilkan sehingga dapat
memenuhi nilai-nilai yang diharapkan pelanggan atau menjadi pemecah
kebutuhan pelanggan.

Comments

Popular Posts