Aspek-aspek Persepsi Terhadap Citra Merek

 


Young dan Rubicam (2008: 265) berpendapat mengenai aspek-aspek
persepsi terhadap citra merek. Ada lima komponen pilar kunci atau aspek-aspek
dari persepsi terhadap citra merek:
a. Diferensiasi, mengukur tingkat sejauh mana merek dianggap berbeda dari
merek lain
b. Energi, mengukur arti momentum merek
c. Relevansi, mengukur cakupan daya tarik merek
d. Harga diri, mengukur seberapa baik merek dihargai dan dihormati
e. Pengetahuan, mengukur kadar keakraban dan keintiman konsumen dengan
merek
Ada enam aspek-aspek persepsi terhadap citra merek menurut Koller dan
Ketler (2008: 269) dalam menghadapi peluang dan keterbatasan:
a. Dapat diingat, seberapa mudah merek itu diingat dan dikenali.
b. Berarti, merek itu kredibel dan mengindikasikan kategori yang berhubungan
dengannya.
c. Dapat disukai, seberapa menarik estetika elemen merek.
d. Dapat ditransfer, merek dapat digunakan untuk memperkenalkan produk baru
dalam kategori yang sama atau berbeda.
e. Dapat disesuaikan, seberapa mudah merek itu disesuaikan dan diperbarui.
f. Dapat dilindungi, seberapa mudah merek itu dapat dilindungi secara hukum.
Menurut Arnold (1996: 14-15) agar merek mampu mempersembahkan
keunggulan kualitas, maka sebuah merek harus pula menyampaikan banyak
aspek-aspek dari persepsi konsumen dan permintaan. Mengingat kualitas
bukanlah suatu karakteristik fisik namun persepsi si konsumen sendiri, aspekaspek kriteria persepsi terhadap citra merek sebagai berikut:
a. Dilihat dari level produk, persepsi terhadap citra merek harus mampu
memberikan keuntungan fungsional untuk memenuhi kebutuhan pasar, juga
persaingan.
b. Perpepsi terhadap citra merek akan menawarkan keuntungan yang lebih besar
dibanding produk.
c. Keuntungan beragam yang ditawarkan sebuah merek haruslah konsisten satu
sama lain dan memberikan kesatuan karakter atau kepribadian.
d. Nilai-nilai yang ditawarkan harus sesuai dengan keinginan konsumen.
Farida (2009: 190) Berdasarkan kriteria aspek-aspek persepsi terhadap
citra merek suatu perusahaan dapat dinyatakan baik atau buruk bila mana dapat
memenuhi kriteria sebagai berikut:
a. Mempunyai kualitas manajeman yang baik.
b. Dapat diukur laba dari laba atau penghasilan yang diperolehnya.
c. Perhatian yang tinggi terhadap lingkungan, kualitas bahan mentah, dan tingkat
keamanan.
d. Mempunyai kesain baik dari sudut pandang karyawan.
e. Selalu melakukan pembaharuan (innovation).
f. Selalu berorientasi kepada keinginan-keinginan konsumen (market oriented).
g. Mempunyai konstribusi penting dalam perekonomian nasional.
h. Mempunyai kualitas barang dan jasa yang tinggi.
i. Aktif di dalam memberikan informasi mengenai aktivitas-aktivitas peruasahaan
kepada masyarakat

Comments

Popular Posts