Faktor Pembentuk Intensi

 


Keterkaitan antara intensi untuk berperilaku dengan perilaku aktual
salah satu pendekatannya dapat ditemukan pada teori perilaku
terencana (Theory of Planed Behaviour / TPB). TPB merupakan
salah satu teori yang digunakan untuk mengetahui bagaimana
keyakinan individu untuk memahami apakah mereka jadi
memutuskan untuk bersikap terhadap objek sikap dan bagaimana
keyakinan mereka memprediksi apakah mereka pada akhirnya akan
bersikap (Ajzen, 1991 dalam Albery & Munafo, 2011).
Intensi seseorang untuk berperilaku diprediksi oleh tiga faktor
berbasis keyakinan. Ketiga faktor tersebut antara lain:
1 Sikap
Sikap merupakan keyakinan tentang apakah hasil yang
mestinya individu peroleh jika telah bersikap tertentu. Di
waktu yang sama, individu juga memegang keyakinan
tentang nilai dari hasil itu bagi individu sendiri. Sikap untuk
berperilaku ini meliputi:
a. Keyakinan
Keyakinan berperilaku yaitu bagaimana individu
meyakini tentang apakah hasil yang seharusnya
diperoleh jika sudah bersikap tertentu.
b. Evaluasi Hasil
Evaluasi hasil merupakan keyakinan tentang nilai hasil
bagi dirinya sendiri dari apa yang telah individu sikapi.
2 Norma Subjektif
Norma subjektif merupakan keyakinan individu tentang apa
yang orang lain inginkan agar kita perbuat. Persepsi
individu terhadap tekanan sosial untuk melakukan atau
tidak melakukan perilaku yang bersangkutan. Norma
subjektif meliputi:
a. Keyakinan Normative
Keyakinan normative yaitu bagaimana keyakinan yang
individu miliki tentang orang lain yang di anggap
penting juga ingin individu bersikap demikian.
b. Motivasi Pencapaian
Motivasi untuk mencapai keinginan mencerminkan
keyakinan bahwa individu ingin melakukan apa yang
orang lain penting bagi individu tersebut ingin individu
melakukannya.
c. Pengendalian perilaku atau kontrol perilaku
pengendalian perilaku merupakan keyakinan-keyakinan
yang berkaitan dengan seberapa banyak kontrol yang
dianggap dimiliki seseorang terhadap perilaku tertentu,
untuk menjelaskan hubungan sikap-perilaku dalam
perilaku tidak dikehendaki.
3 Pengendalian perilaku atau kontrol perilaku
Pengendalian perilaku merupakan keyakinan-keyakinan
yang berkaitan dengan seberapa banyak kontrol yang
dianggap dimiliki seseorang terhadap perilaku tertentu,
untuk menjelaskan hubungan sikap-perilaku dalam perilaku
tidak dikehendaki.
Kontrol perilaku ditentukan oleh pengalaman masalalu dan
perkiraan individu mengenai mudah sulitnya melakukan
perilaku yang akan dilakukan. Kontrol perilaku ini sangat
penting, artinya ketika rasa percaya diri seseorang sedang
dalam kondisi lemah (Ajzen, 1991 dalam Albery &
Munafo, 2011).

Comments

Popular Posts