Faktor risiko stroke
Ada sejumlah factor risiko yang dapat memicu terjadinya stroke. Ada dua jenis
faktor risiko stroke yaitu yang tidak dapat dikendalikan dan yang dapat
dikendalikan (Farida & Amalia, 2009)
a. Faktor risiko stroke yang tidak dapat dikendalikan :
1.) Usia
Stroke dapat menyerang segala usia, tetapi semakin tua usia seseorang maka
semakin besar kemungkinan orang tersebut terserang stroke.
2.) Jenis kelamin
Laki laki dua kali lebih berisiko dari pada perempuan, tetapi jumlah perempuan
yang meninggal akibat stroke lebih banyak.
3.) Riwayat keluarga
Keluarga dengan riwayat anggota keluarga pernah mengalami stroke berisiko
lebih besar dari pada keluarga tanpa riwayat stroke
4.) Ras
Ras Afrika-Amerika mempunyai risiko yang lebih tinggi mengalami kematian
dan kecacatan akibat stroke dibandingkan dengan ras kulit putih.
b. Faktor risiko yang dapat dikendalikan
1.) Tekanan darah tinggi
Tekanan darah tinggi merupakan faktor risiko utama penyebab stroke
2.) Merokok
Merokok dapat mengakibatkan rusaknya oembuluh darah dan peningkatan
plak pada dinding pembuluh darah yang dapat menghambat sirkulasi darah. Nikotin
dari rokok dapat meningkatkan tekanan darah
3.) Kadar Kolestrol
Karena kolestrol tidak dapat langsung larut dalam darah dan cenderung
menempel di pembuluh darah, akibatnya kolestrol membentuk bekuan dan plak
yang menyumbat arteri dan akhirnya memutuskan aliran darah ke jantung
(menyebabkan serangan jantung) dan ke otak (menyebabkan stroke)
4.) Diabetes mellitus
Penyakit diabetes mellitus dapat mempercepat timbulnya plak pada pembuluh
darah yang dapat mengakibatkan risiko terjadinya stroke iskemik. Penderita
diabetes cenderung menderita obesitas. Obesitas dapat mengakibatkan hipertensi
dan tingginya kadar kolesterol dimana keduanya merupakan faktor risiko stroke.
5.) Life Style
Life style atau gaya hidup seringkali dikaitkan sebagai pemicu berbagai
penyakit yang menyerang, baik pada usia produktif maupun usia lanjut. Salah satu
contoh life style yaitu berkaitan dengan pola makan. Generasi muda biasanya sering
menerapkan pola makan yang tidak sehat dengan seringnya mengkonsumsi
makanan siap saji yang serat lemakdan kolesterol namun rendah sehat. Kemudian,
seringnya mengonsumsi makanan yang digoreng atau makanan dengan kadar gula
tinggi dan berbagai jenis makanan yang ditambah zat pewarna/penyedap/pemanis
dan lain-lain. Faktor gaya hidup lain yang dapat beresiko terkena stroke yaitu
sedentary life style atau kebiasaan hidup santai dan malas berolah raga. Hal ini dapat
mengakibatkan kurangnya kemampuan metabolisme tubuh dalam pembakaran zatzat makanan yang dikonsumsi. Sehingga, beresiko membentuk terjadinya
tumpukan kadar lemak dan kolestrol dalam darah yang beresiko membentuk
ateroskelorosis (plak) yang dapat menyumbat pembuluh darah yang dapat berakibat
pada munculnya serangan jantung dan stroke
6.) Obesitas
Peningkatan berat badan dapat mengakibatkan risiko stroke. Obesitas juga
dapat menimbulkan faktor risiko lainnya seperti tekanan darah tinggi, tingginya
kolesterol jahat, dan diabetes.
7.) Alkohol, kopi
Konsumsi alkohol meningkatkan risiko stroke. Minum alkohol lebih dari satu
gelas pada pria dan lebih dua gelas pada pria dapat mengakibatkan peningkatan
tekanan darah. Selain itu, minum tiga gelas kopi sehari dapat meningkatkan tekanan
darah dan risiko stroke
8.) Stres
Penelitian menunjukkan hubungan antara stres dengan mempersempit
pembuluh darah carotid
Comments
Post a Comment