Hubungan Antara Persepsi Harga dan Kepuasan Pelanggan
Pelanggan merupakan faktor penting dalam kegiatan jual beli, sebab
akan memberi efek positif atau negatifnya suatu produk untuk kelanjutan
produk yang ditawarkan, maka dari itu pelanggan merupakan hal utama yang
menentukan kualitas produk itu baik atau tidaknya, pelanggan yang puas
dengan suatu produk cenderung akan membeli produk tersebut karena di nilai
produk tersebut sesuai dengan yang diharapkan dan sesuai dengan pendapatan
mereka.
Daya beli masyarakat merupakan kemampuan untuk membeli suatu
barang atau produk pada jumlah tertentu dimana pada periode tertentu
pelanggan akan meminta barang yang lebih banyak ke suatu pasar dimana
kebutuhan akan barang tersebut lebih banyak atau bertambah contoh
pelanggan A membeli barang sembako lebih banyak dari pada hari
sebelumnya karena moment lebaran dan pelanggan A rela membayar mahal
untuk mendapatkan barang tersebut untuk mencukupi kebutuhan yang
dibutuhkan dan memenuhi kepuasan pelanggan tersebut, jika keinginan
pelanggan bertambah maka dari itu stok barang yang disediakan akan lebih
banyak oleh pasar dan juga harga akan lebih meningkat jika permintaan
pelanggan yang banyak dan apalagi jika tidak tersedia cukup stok barang
yang disediakan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan begitu juga
sebaliknya jika permintaan sedikit maka pasar atau penjual akan menyediakan
stok barang sedikit dengan harga yang murah sementara permintaan
pelanggan yang sedikit sehingga mengurangi resiko dalam kerugian dan
begitu. Pendapatan atau keuangan juga merupakan faktor penting dalam
pelanggan untuk menentukan pembelian terhadap suatu barang tertentu, jika
pendapatan tinggi maka barang yang akan dibeli lebih mahal dan jika
pendapatan rendah maka barang yang dibeli sesuai pendapatan yang ada dan
sesuai kebutuhan.
Contoh pelanggan B membeli tas bermerk yang harganya mahal sesuai
dengan keinginannya dan juga sesuai dengan pendapatannya yang tinggi dan
mereka cenderung puas dengan apa yang dibeli sedangkan pelanggan C lebih
memilih membeli tas yang murah dan sesuai dengan kebutuhannya dan juga
pendapatannya yang rendah pelanggan c akan puas jika sesuai dengan
kebutuhan dan harapkan sesuai dengan harga dan kebutuhan barang yang
mereka harapkan. Keinginan seseorang (konsumen) terhadap barang- barang
tertentu yang diperlukan atau di inginkan, pengertian pembelian seperti ini
menunjukkan adanya permintaan atas sejumlah barang dan jasa diikuti
dengan kemampuan membeli (purchasing power)karena bila keinginan
(wants) diikuti dengan kekuatan untuk melakukan pembelian maka keinginan
akan berubah menjadi permintaan. Maka dari itu daya beli dipengaruhi
dengan minat beli masyarakat terhadap barang tertentu . menurut Kotler dan
Keller (Bob Sabran, 2009) minat beli adalah perilaku konsumen yang muncul
sebagai respon terhadap objek yang menunjukkan keinginan seseorang untuk
melakukan pembelian mencakup tentang perilaku, preferensi konsumen atau
evaluasi terhadap suatu barang yang dilakukan konsumen terhadap suatu
barang atau produk, kecenderungan permintaan masa lalu atau sebelumnya
pelanggan merasa puas terhadap suatu barang tertentu maka pelanggan akan
membeli ulan barang tersebut. Contoh pelanggan D sangat ingin membeli
Iphone X yang harganya mahal namun sangat berkualitas maka pelanggan D
akan berusaha membeli apa yang di inginkan, pelanggan D rela membayar
mahal asal barang tersebut sesuai dengan yang diinginkan dan pelanggan D
cenderung akan puas karena merasa tidak kecewa mengeluarkan uang bayak
untuk memperoleh Barang yang sesuai dengan keinginan.
Minat beli masyarkat juga dipengaruhi dengan gaya hidup merupakan
perilaku konsumen dalam mealokasi keuangan berdasarkan perilaku
pembelian dan perilaku konsumsi, pada perilaku konsumen gaya hidup
dipengaruhi, bagaimana konsumen melakukan pembelian, kapan konsumen
melakukan pembelian, apa yang dibeli konsumen, dimana konsumen
melakukan pembelian dan dengan siapa konsumen melakukan pembelian
contoh pelanggan E lebih suka makan di restoran luar atau makan dengan
makanan asing seperti makanan Korean atau jepang dibandingkan makanan
sederhana atau masakan nusantara karena pelanggan E terbiasa dengan pola
hidup seperti itu pelanggan E merasa puas dengan apa yang diperoleh karena
sesuai dengan gaya hidupnya. Sedangkan pada perilaku konsumsi gaya hidup
dipengaruhi oleh kapan konsumsi dilakukan dan apakah yang dikonsumsi,
contoh pelanggan F memakai produk kecantikan ternama di kotanya selain
produk nya sesuai dengan yang dibutuhkan dan sesuai juga dengan apa yang
diharapkan. Gaya hidup adalah pola hidup seseorang yang di ekspresikan
dalam aktivitas, minat, dan opininya (Kotler, 2002).
Menurut Tjiptono (2007) atribut produk merupakan unsur- unsur yang
dipandang penting oleh konsumen dan dijadikan dasar pengambilan
keputusan pembelian. Kotler dan Amstrong (2003) atribut produk adalah
pengembangan suatu produk atau jasa yang melibatkan penentuan manfaat
yang diberikan. Contoh pelanggan G melakukan pembelian obat Herbal
karena menurut pelanggan G produk obat herbal tersebut sangat bermanfaat
untuk kesehatannya.
Dalam dunia jual beli banyak terjadi persaingan maupun dari segi harga
dan manfaat contoh pelanggan H makan di restoran DA karena harganya
yang murah dan menu yang disediakan juga sama dengan menu yang di
sediakan restoran DH, konsumen akan merasa puas jika harga yang
didapatkan lebih murah dan memiliki manfaat dan rasa yang tidak kala
dengan restoran yang lebih mahal. menurut Kotler (2001) harga adalah
sejumlah uang yang dibebankan atas suatu produk atau jasa, atau jumlah dari
nilai tukar konsumen atas manfaat- manfaat karena memiliki atau
menggunakan produk atau jasa tersebut, jadi harga merupakan faktor penting
dalam menarik pelanggan jika barang yang murah serta berkualitas maka
akan lebih banyak peminatnya jadi harga merupakan sesuatu penentu dalam
jual beli.
Jadi bisa disimpulkan kalau harga adalah faktor penting dalam
mewujudkan kepentingan dan keinginan serta kepuasan konsumen
Comments
Post a Comment