Indikator Tingkat Spiritual
Indikator spiritual menurut Burkhandt, (1993) dalam Nilamastuti, (2016)
meliputi:
1. Hubungan dengan diri sendiri
Hubungan diri sendiri merupakan kekuatan yang timbul dari diri seseorang untuk
membantu menyadari makna dan tujuan hidup, seperti meninjau pengalaman hidup
sebagai pengalaman positif, kepuasan hidup, optimis terhadap masa depan, dan tujuan
hidup yang jelas.
2. Hubungan dengan orang lain
Hubungan dengan orang lain terdapat hubungan harmonis dan tidak harmonis.
Keadaan harmonis sendiri meliputi pembagian waktu, pengetahuan dan sumber,
mengasuh anak, mengasuh orang tua dan mengasuh orang-orang yang sakit, serta
meyakini kehidupan dan kematian. Sedangkan kondisi yang tidak harmonis yaitu konflik
dengan orang lain. Hubungan dengan orang lain lahir dari kebutuhan akan keadilan dan
kebaikan, menghargai kelemahan dan kepekaan orang lain, rasa takut akan kesepian,
keinginan dihargai dan diperhatikan, dan lain sebagainya. Dengan demikian apabila
seseorang mengalami kekurangan ataupun mengalami stres, maka orang lain dapat
memberi bantuan psikologis dan sosial.
3. Hubungan dengan alam
Harmoni merupakan gambaran hubungan seseorang dengan alam yang meliputi
pengetahuan tentang tanaman, pohon, margasatwa, iklim dan berkomunikasi dengan
alam serta melindungi alam tersebut.
4. Hubungan dengan Tuhan
Hubungan dengan Tuhan meliputi agama dan luar agama. Keadaan ini
menyangkut sembahyang dan berdoa, keikutsertaan dalam kegiatan ibadah, perlengkapan
keagamaan, serta bersatu dengan alam. Disimpulkan bahwa ketika seseorang telah
terpenuhi kebutuhan spiritualnya, apabila sudah mampu merumuskan arti personal yang
positif tentang tujuan keberadaannya di dunia atau pada kehidupan, mengembangkan arti
suatu penderitaan serta meyakini hikmah dari satu kejadian atau penderitaan, menjalin
hubungan yang positif maupun dinamis, membina integritas personal dan merasa diri
sendiri berharga, merasakan kehidupan yang terarah dan melakukan hubungan antar
manusia yang positif.
Comments
Post a Comment