Jenis-jenis E-commerce

 


Menurut Laudon dan Traver (2017) ada enam jenis e-commerce sebagai
berikut:
(1) Business to Cosumer (B2C), yaitu jenis e-commerce yang paling sering
dibahas, di mana bisnis online jenis ini menjangkau konsumen individual.
B2C mencakup pembelian barang ritel, travel dan konten online. Jenis B2C
yaitu jenis e-commerce yang paling sering ditemui konsumen.
(2) Business to Business (B2B), yaitu model e-commerce dimana pelaku
bisnisnya adalah perusahaan, sehingga proses transaksi dan interaksinya
adalah antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. Contoh model
e-commerce ini adalah beberapa situs e-banking yang melayani transaksi
antara perusahaan.
(3) Consumer to Consumer (C2C), yaitu jenis yang menyediakan media
sebagai konsumen untuk mejual satu sama lain, dengan bantuan pembuat
pasar online (juga disebut penyedia platfrom). Pada C2C pihak individual
menjual barang atau jasanya kepada individu, organisasi atau perusahaan
yang berperan sebagai konsumen melalui internet.
(4) Mobile e-commerce (m-commerce) pada pengguna perangkat mobile untuk
melakukan transaksi online dengan menggunakan jaringan seluer dan
jaringan wifi untuk menghubungkan smartphone atau tablet ke internet.
(5) Social e-commerce, yaitu e-commerce yang menggunakan jejaring sosial
dan social media contohnya facebook, twiter, instragram dan lainnya. Lalu
Social e-commerce sering kali dihubungan dengan jenis m-commerce, hal
ini disebabkan karena semakin banyak pengguna jaringan sosial
mengakses jaringan tersebut melalui perangkat mobile seperrti whatsapp,
line dan lain-lain sebagai media interaksi penjual dan pembeli.
(6) Local e-commerce, merupakan bentuk e-commerce yang berfokus untuk
melibatkan konsumen berdasarkan lokasi geografis saat ini. Local ecommerce adalah perpaduan dari m-commerce, social e-commerce dan
local e-commerce yang didorong oleh banyaknya minat terhadap layanan
on-demand lokal seperti grab dan gojek.

Comments

Popular Posts