Jenis-jenis Kecemasan
Menurut Budiraharjo, (1997) dalam Kurniawati, (2008), mengkategorikan
kecemasan menjadi tiga bagian, yaitu:
1. Kecemasan Realitas (reality anxiety)
Kecemasan realitas (reality anxiety) adalah kecemasan terhadap bahaya-bahaya
yang datang dari luar, seperti kecemasan terhadap kegagalan perkawinan yang dialami
seseorang saat akan menikah.
Menurut Koeswara (1991:45) menyatakan bahwa, kecemasan realitas berlawanan
dengan kecemasan neurotik. Kecemasan realitas merupakan reaksi terhadap persepsi
bahaya eksternal, terhadap cidera yang diramalkan dan diketahui sebelumnya. Kecemasan
realitas merupakan wujud dari insting perlindungan diri.
2. Kecemasan Neurotik (Neurotic Anxiety)
Kecemasan Neurotik (Neurotic Anxiety) adalah kecemasan terhadap hal-hal yang
ada dalam bayangan seseorang karena pengalamannya. Misalkan seorang anak yang
merasa takut mencuri lagi karena pernah dikurung ibunya di tempat gelap.
Menurut Koeswara (1991:45) menyatakan bahwa, Kecemasan neurotik yaitu
kecemasan atau tidak terkendalinya naluri-naluri primitif oleh ego yang nantinya bisa
mendatangkan hukuman. Orang yang menderita kecemasan neurotik selalu
mengantisipasi hal-hal yang terburuk dari semua akibat yang mungkin ada, mengartikan
semua kesempatan yang muncul sebagai suatu pertanda buruk dan menganggap suatu
ketidakpastian sebagai hal yang buruk.
3. Kecemasan Moral (Moral Anxiety)
Kecemasan Moral (Moral Anxiety) adalah kecemasan yang muncul pada saat
seseorang melanggar nilai moral di masyarakat atau keluarga. Misalkan, seorang anak
merasa cemas setelah berbohong kepada ibunya.
Kartono (1981:117) menyatakan bahwa, kecemasan dibagi dalam dalam dua
kategori, yaitu:
a. Neurotis
Erat kaitannya dengan mekanisme pertahanan diri yang negatif. Faktor
penyebabnya adalah adanya perasaan beresalah dan berdosa serta mengalami konflik
emosional yang serius dan kronis berkesinambungan, frustrasi dan ketegangan batin.
b. Psikotis
Karena adanya perasaan bahwa hidupnya terancam dan kacau balau, adanya
kebingungan yang hebat disebabkan oleh depersonalisasi dan disorganisasi psikis.
Kecemasan digambarkan sebagai state anxiety atau trait anxiety menurut para ilmuan
(Spielberger, 1972 dalam Clerq, 1994) dapat dijabarkan sebagai berikut:
State anxiety adalah reaksi emosi sementara yang timbul pada situasi tertentu, yang
dirasakan sebagai suatu ancaman. Trait anxiety menunjuk pada ciri atau sifat seseorang
yang cukup stabil yang mengarahkan seseorang untuk menginterpretasikan suatu
keadaan sebagai ancaman yang disebut dengan anxiety proneness (kecenderungan akan
kecemasan). Orang tersebut cenderung untuk merasakan berbagai macam keadaan
sebagai keadaan yang membahayakan atau mengancam, dan cenderung untuk
menanggapi dengan reaksi kecemasan.
Berdasarkan teori-teori diatas, maka dapat disimpulkan bahwa macam-macam
kecemasan meliputi state & trait anxiety, sedangkan kecemasan dalam kaitan dengan
gangguan mental yaitu kecemasan neurotis dan psikotis, berdasarkan sumbernya yaitu
kecemasan realitas, neurotik, dan kecemasan moral
Comments
Post a Comment