Kegiatan Rohis
Menurut Koesmarwanti (2002) kegiatan-kegiatan di
sekolah dibagi menjadi dua yakni:
1) Dakwah Umum, dilakukan dengan cara yang umum.
Dakwah umum dalam sekolah adalah proses penyebaran
Fikrah Islamiyah dalam rangka menarik simpati, dan meraih
dukungan dari lingkungan sekolah karena sifatnya demikian,
dakwah ini harus dibuat dalam bentuk yang menarik,
sehingga memunculkan objek untuk mengikutinya. Dakwah
umum meliputi:
a. Penyambutan Siswa Baru
Program ini khusus diadakan untuk penyambutan adikadik yang menjadi siswa baru, target program ini adalah
mengenalkan siswa baru dengan berbagai kegiatan
dakwah sekolah, para pengurus, dan alumninya.
b. Penyuluhan Problem Remaja
Program penyuluhan problematika remaja seperti,
narkoba, tawuran, dan minuman keras. Program seperti
ini juga menarik minat para siswa, karena permasalahan
seperti ini sangat dekat dengan kehidupan siswa dan
dapat memenuhi rasa ingin tahu secara positif.
c. Studi Dasar Islam
Studi Dasar Islam merupakan program kajian dasar Islam
yang materi-materi antara lain tentang akidah, makna
syahadatain, mengenal Allah, mengenal Rasul, mengenal
Islam, dan mengenal Al-Qur’an, peranan pemuda dalam
mengemban risalah, ukhuwah urgensi tarbiah islamiah
dan sebagainya.
d. Perlombaan
Program ini biasanya diikutkan dalam program utama
yaitu wahana menjaring bakat dan minat para siswa di
bidang keagamaan, ajang perkenalan, silaturahim antar
kelas yang berbeda, dan syiar Islam.
e. Majalah Dinding
Majalah dinding memiliki dua fungsi sekaligus, yaitu
sebagai wahana informasi keislaman dan pusat informasi
kegiatan Islam, baik internal sekolah maupun eksternal.
f. Bimbingan Baca Tulis Al-Qur’an
Program ini dapat dilaksanakan melalui kerjasama
dengan pihak guru agama Islam di sekolah, sehingga
mereka turut mendukung dan menjadikannya sebagai
bagian dari penilaian mata pelajaran agama Islam.
g. Dai
Kegiatan berdai sering juga disebut dengan berdakwah.
Kegiatan berdai adalah kegiatan mengajak orang lain baik
secara langsung maupun tidak langsung, melalui lisan,
tulisan, atau perbuatan untuk mengamalkan ajaranajaran Islam atau menyebarluaskan ajaran Islam,
melakukan upaya perubahan kearah kondisi yang lebih
baik menurut Islam. Siswa yang berda’i diibaratkan
sebagai seorang petunjuk jalan yang harus mengerti dan
memahami terlebih dahulu mana jalan yang boleh dilalui
dan yang tidak boleh dilalui oleh seorang Muslim,
sebelum ia memberi petunjuk jalan kepada orang lain.
2) Dakwah Khusus, yaitu proses pembinaan dalam rangka
pembentukan kader-kader dakwah di lingkungan sekolah.
Dakwah khashas bersifat selektif dan terbatas dan lebih
berorientasi pada proses pengkaderan dan pembentukan
kepribadian, objek dakwah ini memiliki karakter yang
khashah (khusus), harus diperoleh melalui proses pemilihan
dan penyeleksian. Dakwah khashah (khusus) meliputi:
a. Mabit, yakni bermalam bersama, diawali dari maghrib
atau isya’ dan diakhiri dengan shalat subuh.
b. Diskusi atau bedah buku (mujadah) merupakan
kegiatan yang bernuansa pemikiran (fikriyah) dan
wawasan (tsaqaafiyah). Kegiatan ini bertujuan untuk
mempertajam pemahaman, memperluas wawasan
serta meluruskan pemahaman.
Dari beberapa penjelasan di atas dapat disimpulkan
bahwa dalam kegiataan rohis di sekolah terdiri dari dua bentuk
dakwah yakni dakwah umum; lebih ke proses penyebaran fikrah
islamiyah yang sifatnya memunculkan objek untuk mengikutinya.
Adapun bentuk dakwah khusus; lebih mengarah pada
pembentukan kader-kader dakwah yang bersifat selektif dan
terbatas, tidak seluruh siswa dapat masuk dalam bentuk dakwah
ini.
Comments
Post a Comment