Kelebihan dan Kekurangan Menggunakan Endorser
Menurut Jewler dan Drewniany (2005;10), terdapat beberapa keuntungan atau
kelebihan jika menggunakan selebriti sebagai endorsement, yaitu:
1. Mempunyai kekuatan menghentikan artinya selebriti sebagai endorser
dapat diguakan untuk menarik perhatian dan membantu menyelesaikan
kekacauan yang dibuat oleh iklan-iklan lainnya.
2. Merupakan figur yang disukai audiens diharapkan memiliki kekaguman
terhadap selebriti sebagai endorser yang akan berpengaruh pula pada
produk atau perusahaan yang diiklankan. Sebelum memutuskan memilih
seorang selebriti sebagai endorser, perusahaan seharusnya memeriksa dan
mengukur popularitas dan daya tarik selebriti tersebut sebagai orang
terkenal.
3. Mempunyai keunikan karakteristik yang dapat membantu
mengkomunikasikan pesan-pesan yang ingin disampaikan kepada audiens.
Selebriti sebagai endorser yang memiliki kesesuaian karakteristik dengan
produk yang akan diiklankan akan lebih membantu dalam menyampaikan
pesan dalam sebuah cara yang dramatis.
Sedangkan menurut Chakroborty (2005;4), terdapat beberapa kerugian atau
kelemahan menggunakan selebriti sebagai endorser, yaitu sebagai berikut:
1. Publisitas Negatif. Selebriti yang kehilangan popularitasnya atau terkena
masalah dapat berdampak pada turunnya nilai brand yang diiklankan. Oleh
karena itu ketika selebriti yang mendukung brand tersebut terlibat dalam
masalah hukum, masalah pribadi, atau masalah lainnya yang dapat
menurunkan nilai jual mereka dan akan berdampak terhadap produk yang
akan diiklankan.
2. Overshadowing. Ketika suatu produk dipasarkan dan menggunakan
selebriti yang sangat dominan imagenya bisa jadi image tersebut
mengalahkan identitas dari produk yang diendorse tersebut. selebriti yang
digunakan sebagai endorser dapat mendistraksi perhatian konsumen
terhadap mereka yang biasa dikenal dengan istilah selebriti shadow.
Konsumen memang memperhatikan selebritinya tetapi mengalami
problem dalam mengingat produk apa yang mereka iklankan.
3. Over Exposure. Seorang selebriti bisa menjadi endorser pada berbagai
macam produk sehingga tidak ada produk yang spesifik yang dapat
diasosiasikan dengannya.
4. Over Usage. Digunakannya beberapa selebriti endorser untuk pemasaran
suatu produk sehingga masyarakat akan kebingungan siapa sebenarnya
endorser dari produk tersebut.
5. Extinction. Kontrak panjang dari seorang selebriti endorser akan
menimbulkan kepunahan dalam penyerapan identitas asosiasi produk. Jika
selebriti tidak dapat menstabilkan perilakunya, maka akan berakibat pada
pergeseran asosiasi yang dicitrakan selebriti terhadap perusahaan.
6. Financial Risk. Penggunaan selebriti dalam proses bauran promosi
merupakan suatu langkah yang memerlukan pembiayaan yang sangat
tinggi dan dapat menimbulkan financial risk bagi perusahaan tersebut.
Comments
Post a Comment