Kepercayaan

 Kepercayaan merupakan kunci utama

dalam segala bentuk bisnis baik dalam lingkungan
online maupun offline. Di dunia offline kepercayaan
dibangun dengan saling kenal mengenal secara baik,
ada proses ijab-qabul, ada materai, ada perjanjian dan
lain-lain. Para pelaku bisnis selain itu diproteksi pula
secara horizontal oleh hukum-hukum disamping
proteksi secara vertikal seperti norma, nilai dan etika
yang dianut oleh para pelaku bisnis. Dalam dunia
online demikian pula, harmonisasi antara ketiga aspek
di atas (value, law dan konsensus) dipadukan dengan
mekanisme-mekanisme pembangun kepercayaan  secara total dalam proses keseluruhan.44 Menurut
Barnes, beberapa elemen penting dari kepercayaan
yaitu:
a. Kepercayaan merupakan perkembangan dari
pengalaman dan tindakan masa lalu. Hal ini
ditandai dengan adanya pembelian ulang.
b. Watak yang diharapkan dari partner, seperti dapat
dipercaya dan dapat diandalkan.
c. Kepercayaaan melibatkan kesediaan untuk
menempatkan diri dalam resiko.
d. Kepercayaan melibatkan perasaan aman dan
yakin pada diri partner.45
Dari sudut pandang pemasaran, hal ini
menyatakan bahwa perkembangan kepercayaan
khususnya keyakinan, seharusnya menjadi komponen
fundamental dari strategi pemasaran yang ditujukan
untuk mengarah pada penciptaan hubungan pelanggan
sejati. Pelanggan harus mampu merasakan bahwa dia
dapat mengandalkan perusahaan; bahwa perusahaan
dapat dipercaya. Akan tetapi untuk membangun
kepercayaan membutuhkan waktu yang lama dan
hanya berkembang setelah pertemuan yang berulang kali dengan konsumen. Yang lebih penting,
kepercayaan berkembang setelah seorang individu
mengambil risiko dalam berhubungan dengan
partnernya. Hal ini menunjukkan bahwa membangun
hubungan yang dapat dipercaya akan lebih mungkin
terjadi dalam sektor industri tertentu, terutama yang
melibatkan pengambilan risiko oleh konsumen dalam
jangka pendek atau jangka panjang

Comments

Popular Posts