Klasifikasi restoran

 .Jika dilihat dari pengelolaan dan sistem penyajian, restoran dapat

diklasifikasikan menjadi tiga (Marsum, 2015), yaitu:
a. Restoran Formal (Formal Restaurant) adalah industri jasa pelayanan makanan
dan minuman yang dikelola secara komersial dan professional dengan
pelayanan yang ekslusif. Ciri–ciri restoran formal:
1) Penerimaan pelanggan dengan sistem pemesanan tempat terlebih dahulu.
2) Para pelanggan terikat menggunakan pakaian resmi.
3) Menu pilihan yang disediakan adalah menu klasik atau menu Eropa populer.
4) Sistem penyajian yang dipakai adalah Russian Service atau French Service atau
modifikasi dari kedua Table service tersebut.
5) Disediakan ruangan cocktail selain ruangan jamuan makan digunakan sebagai
tempat untuk minum yang beralkohol sebelum santap makan.
6) Dibuka untuk pelayanan makan malam atau makan siang atau untuk makan
malam dan makan siang tetapi tidak untuk makan pagi.
7) Menyediakan hiburan live music dan tempat untuk melantai dengan suasana
romantis dan ekslusif.
8) Harga makanan dan minuman relatif tinggi dibandingkan dengan harga
makanan dan minuman di restoran informal.
9) Penataan meja dan bangku memiliki area service yang lebih luas untuk dilewati
gueridon.
10) Tenaga relatif banyak dengan standar kebutuhan satu pramusaji untuk melayani
4 – 8 pelanggan.
Adapun yang termasuk dalam klasifikasi restoran formal antara lain:
Members restaurant, super club, gourmet, main dining room, grilled restaurant,
executive restaurant.
b. Restoran Informal (Informal Restaurant) adalah industri jasa pelayanan
makanan dan minuman yang dikelola secara komersial dan professional dengan
lebih mengutamakan kecepatan pelayanan, kepraktisan dan percepatan
frekuensi yang silih berganti pelanggan. Ciri–ciri restoran informal:
1) Penerimaan pelanggan tanpa sistem pemesanan tempat terlebih dahulu.
2) Para pelanggan tidak terikat menggunakan pakaian resmi.
3) Menu pilihan yang disediakan sangat terbatas dan membatasi menu – menu
yang relatif cepat selesai dimasak.
4) Sistem penyajian yang dipakai adalah American Service atau Ready Plate
bahkan Self Service ataupun Counter service.
5) Dibuka untuk pelayanan makan malam atau makan siang atau untuk makan
malam dan makan siang tetapi tidak untuk makan pagi.
6) Menyediakan hiburan live music.
7) Daftar menu oleh pramusaji tidak dipresentasikan kepada pelanggan namun
dipasang di konter langsung setiap meja makan untuk mempercepat proses
pelayanan.
8) Penataan meja dan bangku cukup rapat antara satu dengan yang lain.
9) Tenaga relatif sedikit dengan standar kebutuhan satu pramusaji untuk melayani
12 - 16 pelanggan.
Adapun yang termasuk dalam klasifikasi restoran informal antara lain: cafe,
cafetaria, fast food, coffe shop, bistro, canteen, family restaurant, pub, sandwich
corner, burger corner, snack bar.
c. Restoran Khusus (Specialties Restaurant) adalah industri jasa pelayanan
makanan dan minuman yang dikelola secara komersial dan profesional dengan
menyediakan makanan khas yang diikuti dengan sistem penyajian yang khas
dari suatu negara tertentu. Ciri–ciri restoran khusus:
1) Menyediakan sistem pemesanan tempat terlebih dahulu.
2) Menu yang disediakan adalah menu khas suatu negara tertentu, populer, dan
disenangi banyak pelanggan secara umum.
3) Sistem penyajian disesuaikan dengan budaya negara asal dan dimodifikasi
dengan budaya internasional.
4) Dibuka untuk pelayanan makan malam dan makan siang.
5) Menu a la carte dipresentasikan oleh pramusaji ke pelanggan.
6) Biasanya menghadirkan musik/hiburan khas negara asal.
7) Tenaga service relatif sedang dengan standar kebutuhan satu pramusaji untuk
melayani 8 - 12 pelanggan.
8) Harga makanan relatif tinggi dibandingkan restoran informal.
Adapun yang termasuk dalam klasifikasi restoran khusus antara lain:
Indonesian Food Restaurant, Italian Food Restaurant, Thai Food Restaurant,
Japanese Food Restaurant.
Karyawan yang paling sering berhubungan dengan para tamu adalah
pramusaji, oleh karena itu seorang pramusaji dituntut untuk bersikap (Devi,
2018):
a. Jujur, kejujuran ini berlaku baik pada saat melayani tamu, terhadap sesama
rekan kerja, atasan dan pemilik restoran.
b. Setia, loyalitas yang tinggi dituntut apabila seseorang ingin bekerja dengan
produktivitas tinggi dan profesional. Bekerja dengan sungguh-sungguh,
disiplin dan mentaati semua peraturan yang berlaku.
c. Dapat bekerja sama untuk memajukan perusahaan tidak mementingkan diri
sendiri, cepat dan tanggap membantu apabila seorang rekan membutuhkan
bantuan.
d. Tampil bersih agar tercipta hubungan yang alamiah antar manusia.
e. Sebagai penghubung antara konsumen dengan pihak manajemen, hendaknya
dapat bekerja secara cepat, tepat, aman, serta ramah terhadap para tamu.
f. Melakukan persiapan sebelum melayani tamu, seperti membersihkan ruangan
restoran, membersihkan alat makan/saji, memeriksa kekurangan restoran
secara umum, dan merapikan kembali restoran setelah tutup.
Berdasarkan teori, Kedai Niang termasuk ke dalam restoran modern
informal, dengan pilihan menu western seperti, pizza, burger, french fries, aneka
kopi dan minuman lainnya.

Comments

Popular Posts