Manfaat Kecerdasan Spiritual
Buku-buku populer yang kini banyak diterima masyarakat
mengarah kepada pusat spiritual. Sekadar contoh, The 7 Habits
of Highly-effective people, The 7 Habits of Highly-Effective
Teens, Tao of Physic, Tao of Leadership, dan Reformasi Sufistik.
Wahab & Umiarso (2016) merangkum beberapa manfaat yang
didapatkan dengan menerapkan SQ sebagai berikut.
1. SQ telah “menyalakan” manusia untuk menjadi manusia
seperti adanya sekarang dan memberi potensi untuk
“menyala lagi” –untuk tumbuh dan berubah, serta
menjalani lebih lanjut evolusi potensi manusiawi.
2. Untuk menjadi kreatif, luwes, berwawasan luas, atau
spontan secara kreatif.
3. Untuk berhadapan dengan masalah eksistensial yaitu saat
merasa terpuruk, terjebak oleh kebiasaan, kekhawatiran,
dan masalah masa lalu akibat penyakit dan kesedihan.
SQ menjadikan sadar bahwa memiliki masalah setidaktidaknya bisa berdamai dengan masalah tersebut. SQ
memberi semua rasa yang “dalam” menyangkut
perjuangan hidup.
4. Pedoman saat berada pada masalah yang paling
menantang. Masalah-masalah eksistensial yang paling
menantang dalam hidup berada di luar yang diharapkan
dan dikenal, di luar aturan-aturan yang telah diberikan,
melampaui masa lalu, dan melampaui sesuatu yang
dihadapi. SQ adalah hati nurani kita.
5. Untuk menjadi lebih cerdas secara spiritual dalam
beragama. SQ membawa kejantung segala sesuatu, ke
kesatuan di balik perbedaan, ke potensi di balik ekspresi
nyata. SQ mampu menghubungkan dengan makna dan
ruh esensial dibelakang semua agama besar. Seseorang
yang memiliki SQ tinggi mungkin menjalankan agama
tertentu, namun tidak secara picik, ekslusif, fanatik, atau
prasangka.
6. Untuk menyatukan hal-hal yang bersifat intrapersonal
dan interpersonal, serta menjembatani kesenjangan
antara diri sendiri, dan orang lain. Daniel Goleman telah
menulis tentang emosi-emosi intrapersonal atau di dalam
diri, dan emosi-emosi interpersonal yaitu yang samasama digunakan untuk berhubungan dengan orang lain.
Namun, EQ semata-mata tidak membantu untuk
menjembatani kesenjangan itu. SQ membuat seseorang
mempunyai pemahaman tentang siapa dirinya, apa
makna segala sesuatu baginya, dan bagaimana semua itu
memberikan suatu tempat di dalam dirinya kepada orang
lain dan makna-makna mereka.
7. Untuk mencapai perkembangan diri yang lebih utuh
karena setiap orang memiliki potensi untuk itu. Masingmasing membentuk suatu karakter melalui gabungan
antara pengalaman dan visi, ketegangan antara apa yang
benar-benar dilakukan dan hal-hal yang lebih besar dan
lebih baik yang mungkin dilakukan. Pada tingkatan ego
murni adalah egois, ambisius terhadap materi, serba-aku,
dan sebagainya. Akan tetapi, setiap orang memiliki
gambaran-gambaran transpersonal terhadap kebaikan,
keindahan, kesempurnaan, kedermawanan, pengorbanan
dan lain-lain. SQ membantu tumbuh melebihi ego
terdekat diri dan mencapai lapisan yang lebih dalam dan
tersembunyi didalam diri. Ia membantu seseorang
menjalani hidup pada tingkatan makna yang lebih dalam.
8. Untuk berhadapan dengan masalah baik dan jahat, hidup
dan mati, dan asal-usul sejati dari penderitaan dan
keputusan manusia. Seseorang terlalu sering
merasionalkan begitu saja masalah semacam ini atau
terhanyut secara merasional atau hancur karenanya. Agar
memiliki spiritual secara utuh, terkadang harus melihat
wajah neraka, mengetahui kemungkinan untuk putus
asa, menderita, sakit, kehilangan, dan tetap tabah
menghadapinya. Naskah Cina kuno Tao Te Ching
mengatakan “Jika anda menyatu dengan rasa kehilangan,
kehilangan itu telah dirasakan dengan ikhlas”.
Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan, manfaat
kecerdasan spiritual yang terpenting adalah dapat memahami
bahwa setiap saat, detik, dan hembusan nafas tidak pernah
luput dari pengawasan Allah. Pada saat inilah muncul ihsan,
yaitu ketika manusia bekerja merasa melihat Allah atau merasa
dilihat Allah. Sehingga kekuatan emosi dan intelektualnya akan
saling mengisi dan ini kemudian diwujudkan dengan munculnya
kekuatan berupa tindakan yang positif dengan seketika. Pada
puncaknya, dengan kecerdasan spiritual seseorang akan
mengenal dirinya, mengenal Allah, dan selalu mendapat ridhaNya, tidak ada yang melebihi keridhaan Allah.
Comments
Post a Comment