Pengaruh Daya Tarik Endorser terhadap Niat Beli Konsumen

 


Studi yang berkaitan dengan selebriti endorsement berfokus
pada variabel „efek narasumber‟ dengan karakteristik yang berbeda
(Khong dan Wu, 2013). Teori „efek narasumber‟ memiliki dua
model dasar, yaitu model daya tarik (Khong dan Wu, 2013) dan
model kredibilitas narasumber (Ohanian, 1990). Selain itu,
efektivitas selebriti endorser dapat dibedakan berdasarkan faktorfaktor seperti kesesuaian antara sang selebriti dan produk yang
diiklankan (Silvera dan Austad, 2004).
Daya tarik didefinisikan sebagai atribut alami yang melekat
pada diri selebritis atau atlet pendukung, seperti kecantikan atau
ketampanan, kepribadian, familiaritas, dan kesan positif konsumen
atas mereka (Seno dan Lukas, 2007). Kesan positif timbul dari rasa
suka dan keterkaitan emosional antara konsumen dan endorser
karena perilaku, penampilan fisik, atau ciri khas lainnya (Bryne et.al,
2003).
Menurut Shimp (2003) didalam memilih selebriti sebagai
pembicara, para eksekutif periklanan mengevaluasi aspek yang
berbeda yang dapat disatukan dibawah sebutan umum “daya tarik”.
Hasil penelitian Qurat dan Rafique (2010) juga menjelaskan bahwa
dukungan dari celebrity memiliki pengaruh yang signifikan pada
sikap dan niat beli.
Endorser yang menarik dianggap lebih mempengaruhi
pembelian konsumen, hal ini membuktikan bahwa daya tarik
merupakan faktor penting dari efektifitas endorser. Daya pikat fisik
akan cenderung memberikan dampak persuasive bagi orang yang
melihatnya (Stafford et.al, 2002).
Hasil penelitian Wei dan Li (2013) menunjukkan, daya tarik
sumber dan kepercayaan sumber mempengaruhi perilaku konsumen.
Sertoglu et.al, (2004) mengatakan daya tarik yang dimiliki oleh
created spokesperson maupun selebriti endorser memiliki pengaruh
positif terhadap niat beli konsumen.

Comments

Popular Posts