Pengertian Intensi
Kamus Bahasa Indonesia (2003), Kecenderungan atau Intensi dapat
diartikan sebagai niat untuk melakuakn suatu perilaku tertentu dan
juga tinggi rendahnya kemungkinan untuk melakukan sesuatu
dengan keinginannya pada suatu hal.
Menurut Dagun (2006), intensi adalah keinginan bertindak untuk
melakukan atau merubah sesuatu untuk mencapai suatu tujuan.
Sedangkan menurut Ajzen dan Fishbein, (1980) dalam Azwar,
(2005), intensi merupakan niat untuk berperilaku, seseorang akan
melakukan suatu perbuatan apabila ia memandang perbuatan itu
positif dan bila ia percaya dengan orang lain, ia juga ingin agar
melakukannya. Intensi digunakan untuk memprediksi seberapa kuat
keinginan individu untuk menampilkan perilaku. Intensi untuk
berperilaku merupakan kecenderungan seseorang untuk memilih
melakukan atau tidak melakukan suatu tindakan.
Menurut Ajzen, (1988) dalam Azwar, (2005), keyakinan mengenai
tersedia-tidaknya kesempatan dan sumber yang diperlukan akan
menentukan intensi untuk berperilaku. Keyakinan dapat berasal dari
pengalaman dengan perilaku yang bersangkutan dimasa lalu, dapat
juga dipengaruhi oleh informasi tak langsung mengenai perilaku
tersebut, misal melihat pengalaman teman atau orang lain yang
pernah melakukannya, dan juga dapat dipengaruhi oleh faktor-faktor
lain yang mengurangi atau menambah kesan kesukaran untuk
melakukan perbuatan yang mungkin akan dilakukan. Disamping
berbagai faktor penting seperti hakikat stimulus itu sendiri, latar
belakang, pengalaman individu, motivasi, status kepribadian, dan
sebagainya, memang sikap individu memegang peranan dalam
menentukan bagaimana perilaku seseorang dilingkungannya.
Menurut Fishbein dan Ajzen ( Riyanti 2007) Intensi adalah posisi
seseorang dalam dimensi probabilitas subjektif yang melibatkan
suatu hubungan antara dirinya dengan beberapa tindakan. Intensi
merupakan faktor motivasional yang mempengaruhi tingkah laku.
Intensi dapat menunjukkan seberapa besar kemauan seseorang untuk
berusaha melakukan suatu tingkah laku tertentu. Intensi tersebut
masih merupakan disposisi untuk bertingkah laku sampai pada saat
ada kesempatan yang tepat.
Intensi terdiri dari empat elemen, yaitu:
a. Tingkah laku yang spesifik
b. Objek target diarahkannya tingkah laku
c. Situasi dilakukan tingkah laku
d. Waktu dilakukannya tingkah laku
Sedangkan Warshaw dan Davis ( Landry, 2003) menjelaskan bahwa
intensi adalah tingkatan dimana seseorang memformulasikan
rencana untuk menunjukkan suatu tujuan masa depan yang spesifik
atau tidak, dan itu semua dilakukan secara sadar. Mereka berdua
juga menambahkan bahwa intensi melibatkan pembentukan
komitmen perilaku untuk menunjukkan suatu tindakan atau tidak,
dimana ada harapan yang diperkirakan seseorang dalam
menunjukkan suatu tindakan bahkan ketika komitmen tersebut
belum dibuat.
Comments
Post a Comment