Pengertian kesejahteraan spiritual

 Spiritual dan religusitas menempati tempat penting dalam kehidupan manusia

sebagai motivasi dan kekuatan harmonisasi. Spiritual adalah struktur
multidimensional dan telah dimanfaatkan dalam berbagai konteks seperti kebaikan
spiritual dan kesejahteraan spiritual (Ekşi & Kardaş, 2017). Spiritulitas adalah
dimensi integral dari manusia dan telah diakui sebagai faktor penting dalam
kesehatan dan kesejahteraan pasien. Spiritualitas dipahami sebagai hubungan
seseorang dengan transenden (Tuhan) yang diekspresikan melalui sikap, kebiasaan
dan praktik. Kesejahteraan merupakan pengalaman saat seseorang menemukan
tujuan dan makna dari kehidupan (Nelson, 2009). Kesejahteraan spiritual mengacu
pada kegembiraan akan rasa menerima, emosi positif dan rasa interaksi positif
dengan kekuatan “superior”, dengan orang lain, diri sendiri dan dicapai melalui
proses kognitif, emosional dan interaksi yang dinamis dan terkoordinasi.
Kesejahteraan spiritual merupakan inti dari kesehatan manusia dan yang mendasari
dimensi fisik, psikologis dan dimensi sosial serta kesejahtaraan seseorang (Mansori
et al, 2017). Kesejahteraan spiritual merupakan perspektif yang dirasakan dalam
kualitas hubungan yang dimiliki seseorang pada empat wilayah, yaitu hubungan
dengan Tuhan, orang lain, alam dan diri sendiri (Fisher & Ng, 2017).
Kesejahteraan spiritual berfungsi sebagai koping dan dapat meningkatkan
lokus internal dalam mengendalikan situasi stres (Itsna, 2015). Kesejahteraan
spiritual diidentifikasikan melalui karakteristik seperti stabilitas dalam kehidupan,
kedamaian, rasa hubungan dekat dengan diri sendiri, Tuhan, orang lain dan
lingkungan, makna hidup serta tujuan hidup (Mansori et al, 2017). Kesejahteraan
spiritual adalah keadaan yang dirasakan seseorang dimana orang tersebut
merasakan adanya kepuasan yang berkaitan dengan Tuhan atau tujuan dan makna
hidup

Comments

Popular Posts